Selasa 10 Jun 2014 09:00 WIB

Pascateror Di Bandara, Taliban Ancam Serangan Lebih Besar Lagi

Rep: c66/ Red: M Akbar
Pejuang Taliban di kawasan tribal Pakistan.
Foto: AP/Ishtiaq Mehsud
Pejuang Taliban di kawasan tribal Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Kelompok Taliban Pakistan bersumpah untuk melakukan penyerangan yang lebih besar. Ancaman ini disampaikan setelah kelompok ini melakukan penyerangan selama lima jam di Bandara Internasional Jinnah, Karachi, Senin (9/6).

Serangan yang terjadi di salah satu bandara terbesar di Pakistan itu dilaporkan telah menewaskan 29 orang. Korban tewas termasuk sekelompok orang yang melakukan penyerangan. Terdapat 10 anggota Taliban yang melakukan penyerangan di Bandara Jinnah.

Taliban mengklaim serangan di bandara tersebut merupakan sebuah upaya balas dendam. Mereka hendak membalas serangan yang dilakukan oleh pesawat Amerika Serikat (AS), yang mengakibatkan terbunuhnya pemimpin kelompok Taliban Pakistan. Hal itu terjadi pada November 2013 lalu.

"Serangan akan berlanjut sampai ada kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen," ujar Shahidullah Shahid, juru bicara kelompok Taliban Pakistan dalam percakapan telepon dengan AP, Senin (9/6).

Dengan upaya perdamaian antara Pemerintah Pakistan dan Taliban yang baru-baru ini mengalami kendala, keputusan lebih bijak hendaknya diambil. Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif diminta secara matang untuk mengambil keputusan, apakah hendak membawa Taliban dalam perundingan atau tidak.

"Saat ini, dimanapun adalah ancaman, setiap wilayah dan bangunan berpotensi mengalami serangan," ujar Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar Ali Khan pada AP, Senin (9/6).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement