Jumat 13 Jun 2014 10:54 WIB

Harga Minyak Melonjak, Saham Asia Loyo

Rep: Friska Yolandha/ Red: Mansyur Faqih
Kilang minyak di Irak
Foto: reuters
Kilang minyak di Irak

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Saham Asia jatuh dengan kerugian indeks patokan regional selama tiga pekan berturut-turut. Anjloknya saham Asia juga didorong oleh tingginya kenaikan harga minyak.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merangkak ke nilai tertinggi sejak Desember. Minyak mentah Brent ikut mengalami kenaikan karena eskalasi kekerasan di Irak yang mengancam pasokan produsen minyak terbesar kedua OPEC tersebut.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0,6 persen. Indeks Topox anjlok 0,7 persen disertai pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Dilansir laman Bloomberg, Jumat (13/6), WTI untuk pengiriman Juli meningkat 1,15 dolar AS menjadi 107,68 dolar AS per barel di perdagangan New York Mercantile Exchange.

Sementara, minyak Brent untuk pengiriman Juli, yang berakhir hari ini, meningkat 0,7 persen menjadi 113,75 dolar AS per barel di ICD Futures Europe Exchange. Harga itu naik 4,5 persen pekan ini. Kontrak Agustus naik 54 sen  menjadi 112,96 dolar AS per barel.

"Situasi di Irak memiliki potensi memburuk," ujar Fund Manager White Funds Management di Sydney, Angus Gluskie.

Meningkatnya kekerasan di Irak meningkatkan prospek gangguan pasokan dari produsen minyak terbesar kedua OPEC. Setiap hari, Irak memproduksi setidaknya 3,3 juta barel minyak mentah.

Yen tergelincir menjadi 101,78 per dolar AS. Pelemahan itu disebabkan oleh keputusan Gubernur Haruhiko Kuroda untuk membeli obligasi pemerintah senilai tujuh triliun yen setiap bulan. Tindakan yang telah dilakukan sejak April 2013 itu diharapkan dapat melemahkan mata uang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement