REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Pangeran Zeid al Hussein dari Yordania akan menjadi Kepala Dewan Hak Asasi Manusia PBB pertama yang merupakan seorang Muslim dan berasal dari dunia Arab.
Sebanyak 193 anggota UNHCR sontak bertepuk tangan begitu Presiden majelis John Ashe memukul palu tanda setuju atas pengangkatan Zeid. Dia dipilih berdasarkan hasil konsensus.
Mantan diplomat dan penggiat keadilan internasional itu memuji Komisioner Tinggi HAM PBB untuk Afrika Selatan Navi Pillay karena kerja kerasnya. Dia berjanji akan meneruskan pencapaiannya.
Zeid yang saat ini menjabat sebagai duta besar PBB untuk Yordania akan mulai menjabat pada 1 September. Jabatan tersebut akan diembannya selama empat tahun mendatang.
"Saya akan menjadi komisioner tinggi pertama dari benua Asia dan dari dunia Muslim dan Arab. Ini mencerminkan komitmen komunitas internasional terhadap posisi penting ini dan memajukan benua (Asia) sama seperti benua lain di dunia," ujarnya, Selasa (17/6).
Zeid menekankan independensi tugas komisioner tinggi yang memerlukan kebijaksanaan, koordinasi tingkat tinggi dan komunikasi dengan berbagai pemerintahan serta masyarakat sipil dan badan PBB lainnya.
Zeid pernah bertugas selama lima tahun sebagai polisi gurun di Yordania sebelum bergabung dengan pasukan pelindung PBB di Yugoslavia pada 1994-1996. Selama karir diplomatiknya yang panjang, dia pernah menjabat sebagai duta besar PBB dua kali dan duta besar bagi AS pada 2007-2010.
Dia adalah pendukung kuat Pengadilan Kriminal Internasional dan sangat menentang kekerasan seksual. Sebelumnya, Zeid pernah menjadi kandidat sekretaris jenderal PBB yang akhirnya dimenangkan Ban Ki-moon.