Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Peringati Jatuhnya Mursi, Kekerasan Kembali Terjadi di Mesir

Jumat 04 Jul 2014 13:00 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

  Pendukung Presiden terguling Muhammad Mursi mengambil tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan keamanan di Universitas Kairo, Giza, Mesir, Rabu (26/3).  (AP/Amru Taha)

Pendukung Presiden terguling Muhammad Mursi mengambil tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan keamanan di Universitas Kairo, Giza, Mesir, Rabu (26/3). (AP/Amru Taha)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Peringatan tergulingnya mantan Presiden Mesir Mohamad Mursi diwarnai sejumlah aksi demonstrasi dan ledakan bom. Pihak otoritas pun meresponnya dengan menahan sekitar 200 orang.

Associated Press melaporkan, salah satu bom itu meledak di dalam sebuah apartemen di luar Kairo yang menewaskan dua terduga pelaku yang melakukan pengeboman. Mereka tak lain pelaku pengeboman di Kirdasah.

Ledakan juga pada Kamis malam. Sebuah bom rakitan meledak di kereta api di Alexandria dan melukai lima penumpangnya. Bom tersebut diletakan di sebuah koper di bawah kursi yang menargetkan para warga sipil.

Tak hanya itu, terjadi bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan di Giza. Akibatnya, pendukung Mursi tewas dalam bentrokan tersebut. Dikabarkan pula seorang anggota kepolisian tewas menyusul bentrokan yang terjadi dengan para demonstran di Helwan.

Pejabat mengatakan demonstran di wilayah tersebut melemparkan bom ke kantor polisi. Kepolisian pun membalas dengan melakukan baku tembak. Seorang polisi dinyatakan tewas dan dua aparat lainnya terluka.  

Pendukung Mursi telah menyerukan adanya demonstrasi massal setahun setelah Mursi dilengserkan oleh militer dan ditahan. Demonstrasi yang dilakukan pada Kamis kemarin terjadi di Kairo, Alexandria, Assiut, Fayoum dan sejumlah provinsi lainnya.  

Protes pun berlanjut hingga malam hari dan diwarnai bentrokan di kota Suez dan di daerah pinggiran Kairo. Para demonstran memblokade sejumlah jalan, melemparkan bom ke arah aparat kepolisian dan meneriakan yel-yel melawan para militer dan pemerintahan Presiden Abdel-Fattah el-Sisi.

Dalam kekerasan lainnya, pejabat setempat melaporkan terdapat tiga bom yang meledak di kantor polisi di wilayah Imbaba. Dua bahan peledak yang diletakkan di jalan utama yang mengarah ke Piramida Giza pun telah dijinakkan dan sebuah granat meledak di dekat kantor polisi di Alexandria. Ledakan ini menyebabkan warga sekitar panik. Namun, tak ada warga yang dilaporkan terluka dalam serangan ini.

Dalam pernyataannya, Menteri Dalam Negeri mengatakan 157 demonstran dan 39 terduga kelompok Islam yang masuk dalam daftar orang yang dicari Kementerian Dalam Negeri juga telah ditahan. Saat ini, untuk mengantisipasi demonstrasi massal, pemerintah telah memperketat keamanan di sekitar ibukota.

sumber : Associated Press
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA