Rabu 09 Jul 2014 16:52 WIB

Bandara Brunei Dibuka Setelah 31 Jam Tutup

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR SERI BEGAWAN -- Operasi-operasi dilanjutkan kembali di Bandara Internasional Brunei pada pukul 23.00 waktu setempat Selasa (8/7) setelah ditutup 31 jam yang menyebabkan ribuan penumpang terdampar setelah penerbangan AirAsia AK278 tergelincir dari landasan pacu saat mendarat Senin (7/7) sore.

"Penutupan tersebut memaksa satu-satunya bandara komersial di negara itu ditutup," tulis Buletin Borneo, Rabu (9/7).

Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Kementerian Komunikasi mengeluarkan pernyataan pers Selasa malam, mengumumkan dimulainya kembali operasi bandara, dan menambahkan bahwa pekerjaan untuk memindahkan pesawat A320 AirAsia dari tempat tergelincirnya masih berlangsung.

Surat kabar itu mengatakan banyak penumpang terdampar yang kebingungan dengan hanya sedikit informasi dan konfirmasi status penerbangan mereka selama penutupan Selasa, karena para pejabat maskapai tidak mampu memberikan penumpang kerangka waktu yang tepat jadwal penerbangan karena penutupan bandara.

Bandara pada awalnya dijadwalkan akan kembali beroperasi Selasa pagi, namun, kesulitan dalam memindahkan pesawat A320 AirAsia dari landasan pacu menyebabkan penundaan berkepanjangan.

Penerbangan AirAsia AK278 dengan 102 penumpang dan tujuh awak dari Kuala Lumpur ke Brunei tergelincir dari landasan pacu di Bandara Internasional Brunei, Senin (7/7) sore, sementara berusaha mendarat selama hujan deras. Tidak ada yang terluka dalam kecelakaan itu

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement