Kamis 10 Jul 2014 07:30 WIB

Sekjen PBB: Gaza di 'Ujung Tanduk'

Smoke and flames are seen following what police said was an Israeli air strike in Rafah in the southern Gaza Strip July 8, 2014.
Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
Smoke and flames are seen following what police said was an Israeli air strike in Rafah in the southern Gaza Strip July 8, 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, PBB, NEW YORK -- Situasi di Jalur Gaza saat ini "berada di ujung tanduk" karena lingkaran kekerasan dapat dengan cepat menjadi tidak terkendali dan secara bersamaan Timur Tengah menghadapi tantangan paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu (9/7).

Ban mengatakan bahwa dia telah bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmud Abbas, Presiden Mesir Abdul Fatal al-Sisi, dan juga Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Pertemuan tersebut digelar setelah pesawat-pesawat tempur Israel menggempur Jalur Gaza sehingga menewaskan puluhan orang. Aksi kekerasan tersebut merupakan bagian dari konfrontasi baru Israel dengan kelompok di Palestina.

Ribuan warga Gaza saat ini terus berpindah tempat mencari perlindungan dari gempuran bom pesawat Israel.

"Saya sangat khawatir terhadap gelombang kekerasan baru di Gaza, Israel bagian selatan, dan juga Tepi Barat--termasuk di antaranya Yerusalem Timur. Ini adalah ujian paling kritis bagi kawasan (Timur Tengah) dalam beberapa tahun terakhir," kata Ban.

"Gaza saat ini berada di ujung tanduk. Situasi yang terus memburuk ini dalam terus menjadi spiral yang dapat dengan cepat tidak terkontrol oleh siapapun."

Menurut Ban resiko meluasnya gelombang kekerasan ini sangat besar terjadi. "Gaza, dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan, tidak boleh kembali mengalami perang," kata Ban.

Ban mendesak Netanyahu untuk menahan diri dan menghormati kewajiban internasional mengenai perlindungan bagi masyarakat sipil.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement