REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -– Ribuan demonstran dari berbagai penjuru dunia serempak turun ke jalan sejak Jumat (11/7) kemarin. Aksi ini merupakan protes terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza.
Di London, ribuan demonstran memenuhi jalan-jalan di luar Kedutaan Besar Israel di London. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Gaza: Akhiri Pengepungan" dan "Bebaskan Palestina". Di hari yang sama, ribuan massa Inggris juga turun ke jalan dan melakukan demonstrasi di luar Kedutaan Besar Israel.
Russia Today melaporkan, sejumlah warga lainnya juga melakukan pertunjukan teaterikal mati di jalan, dengan melukis wajah yang mencerminkan luka-luka sebagaimana yang dialami anak-anak dan bayi Palestina korban pemboman Israel di Gaza.
Di Paris juga terjadi protes kecil di mana sekitar tiga ratus orang berdemonstrasi menentang agresi Israel di luar Kementerian Luar Negeri Prancis. Begitu pun di Italia. Pendukung pro-Palestina berbaris di Roma untuk memprotes serangan Israel di Gaza.
Protes yang tak kalah menegangkan juga terjadi di hari yang sama di Oslo di mana sekitar tiga ribu aktivis pro-Palestina berkumpul di luar gedung parlemen untuk mendukung perdamaian di Gaza. Dalam acara tersebut, perwakilan dari Komite Palestina di Norwegia memberikan pidato yang isinya mengutuk serangan Israel di Gaza yang telah menelan lebih dari 120 jiwa.
"Ada yang menghuni dan ada yang diduduki, ada yang menjadi pelaku da nada yang menjadi korban,” ucap Heikki Eidsvoll Holmas dari Socialist Left Wing Party sebagaimana diberitakan media lokal. Israel, kata dia, tidak akan mau berdamai sebelum mereka meruntuhkan seluruh Palestina, kami sungguh mengutuk perbuatan itu,” tambahnya.
Di Kanada, pendukung Palestina yang tergabung dalam Koalisi Melawan Apartheid Israel berkumpul di Bloor Street West dekat Museum Royal Ontario. Mereka memprotes apa yang mereka sebut "hukuman kolektif yang sedang berlangsung Palestina."
"Kita perlu untuk menghentikan agresi ini, demi menyelamatkan orang-orang yang tidak bersalah,” kata Presiden Asosiasi Palestina Hamilton Wael Ghuneim di tengah kerumunan besar pendukung meneriakkan dan melambaikan plakat.
"Agresi ini harus diakhiri, karena pertumpahan darah ini harus segera dihentikan,” lanjutnya.