REPUBLIKA.CO.ID, GAZA-- Serangan intensif yang diluncurkan Israel menghancurkan sebuah rumah sakit di wilayah pinggiran timur Gaza, Kamis (17/7) malam. Rumah sakit ini hancur menyusul serangan intensif yang terus dilakukan Israel setelah mengakhiri lima jam gencatan senjata.
Pasien yang ada di rumah sakit rehabilitasi Al Wafa terpaksa dievakuasi akibat serangan yang terus berlanjut. Ancaman serangan darat yang telah diluncurkan Israel juga membuat pihak rumah sakit harus bergerak lebih cepat dalam mengevakuasi pasien.
"Kami tidak mampu untuk mengevakuasi seluruh pasien di tengah keadaan darurat dan situasi yang semakin tidak aman diluar sana, bahkan bagi diri kami sendiri," ujar Basman Alashi, Kepala Rumah Sakit Al Wafa kepada Reuters, Kamis (17/7).
Alashi menambahkan, rumah sakit Al wafa telah berkali-kali mengalami serangan. Situasi yang semakin memburuk membuat banyak warga, terutama di perbatasan Gaza harus mengungsi. Israel saat ini terus mengintensifkan serangan, baik dari udara, laut, dan darat.
Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Moshe Yaalon telah memerintahkan pasukan militer untuk meluncurkan serangan dengan berbagai cara, terutama serangan darat yang dimaksudkan untuk menghancurkan terowongan di perbatasan yang memungkinkan Hamas memasuki wilayah Israel.