Rabu 23 Jul 2014 21:47 WIB

Tony Abbott Pertimbangkan Opsi Pengamanan TKP MH17

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri Tony Abbott mengutarakan, Australia tengah menimbang opsi untuk mengamankan lokasi jatuhnya pesawat MH17.

Perdana menteri Tony Abbott mengatakan, operasi pencarian dan pemulihan harus dilakukan secermat mungkin.
Pengumuman ini disampaikan saat jenazah korban MH17 diangkut ke pesawat militer, termasuk pesawat C-17 Australia, di kota Kharkiv, Ukraina, untuk dibawa menuju Belanda.
PM Abbott mengatakan, lokasi jatuhnya pesawat masih belum aman. Ia berujar, hingga sekarang, pencarian jenazah korban dilakukan dengan ‘sangat tidak profesional’, seraya menambahkan “Kami berhutang pada keluarga korban untuk melakukan yang terbaik guna menemukan mereka.”

Ia mengungkapkan kepada wartawan di Canberra, “Berdasarkan inspeksi awal, kami tidak tahu berapa banyak jenazah yang kami punya.”

Tony Abbott mengatakan, ia memiliki ketakutan bahwa beberapa jenazah korban asal Australia tak akan pernah pulang, seraya menyebut situasi tersebut akan ‘sepenuhnya tak bisa diterima oleh keluarga korban yang berduka di Australia dan di seluruh dunia.’

Australia mendapat dukungan di Dewan Keamanan PBB pada 22 Juli atas resolusi yang diusulkannya, guna pembentukan tim investigasi internasional atas tragedi penerbangan tersebut.

PM Abbott menjelaskan, ia telah berbicara kepada sejumlah pemimpin dunia tentang langkah-langkah untuk mengamankan lokasi jatuhnya pesawat dan melindungi para penyidik.

“Ada dukungan kuat untuk mengamankan TKP, karena itu tertuang jelas di resolusi PBB.”

Lebih lanjut ia menguraikan, resolusi PBB tersebut, pada pasal 8, mendesak adanya penanganan dan pemulihan jenazah korban yang bermartabat, terhormat dan profesional.

PM Abbott mengemukakan, ia telah meminta pejabat senior di berbagai lembaga untuk menyiapkan opsi untuk mendukung pelaksanaan resolusi ini. Namun belum jelas apa saja opsi tersebut.

“Saya ingin menekankan bahwa kami akan bekerja dengan para mitra, kami akan bekerja di bawah resolusi PBB dan hanya tunduk pada resolusi PBB, tapi kami akan membawa pulang para jenazah,” ujarnya, baru-baru ini.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement