Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Rusia Kritik Sanksi Uni Eropa

Ahad 27 Jul 2014 13:45 WIB

Rep: binti sholikhah/ Red: Muhammad Hafil

Wilayah konflik antara Rusia dan Ukraina.

Wilayah konflik antara Rusia dan Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia marah terhadap sanksi tambahan yang dikenakan oleh Uni Eropa atas peran Moskow dalam situasi genting di Ukraina yang mengatakan mereka akan menghambat kerjasama keamanan dan merusak perang melawan terorisme dan kejahatan terorganisir. 

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuduh Amerika Serikat yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Moskow, memberikan kontribusi bagi konflik di Ukraina melalui dukungannya terhadap pemerintah pro-Barat di Kiev. 

Sebanyak 28  negara Uni Eropa mencapai kesepakatan garis besar pada Jumat (25/7) untuk memaksakan sanksi ekonomi pertama di Rusia atas perilakunya di Ukraina tapi menimbang kembali untuk mengecualikan teknologi dalam sektor gas penting.

Uni Eropa juga memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset kepada para pemimpin layanan keamanan FSB dan dinas intelijen asing dan sejumlah pejabat tinggi Rusia lainnya. Mereka dinilai telah membantu membentuk kebijakan pemerintah Rusia yang mengancam kedaulatan Ukraina dan integritas nasional. 

“Daftar sanksi tambahan bukti langsung bahwa negara-negara Uni Eropa telah menetapkan tujuan untuk sepenuhnya menjatuhkan skala kerjasama dengan Rusia atas isu-isu keamanan internasional dan regional. Termasuk memerangi perkembangbiakan senjata pemusnahan masal, terorisme, kejahatan terorganisir dan tantangan baru dan bahaya lainnya,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/7).

Uni Eropa telah memberlakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan pada puluhan pejabat senior Rusia atas penyerobotan Rusia terhadap semenanjung Crimea Laut Hitam Ukraina pada bulan Maret dan dukungan memerangi separatis pasukan Kiev di Ukraina Timur.

Keputusan untuk bergerak ke arah menergetkan sector ekonomi Rusia datang setelah jatuhnya pesawat Malaysia MH17 pada pekan lalu yang menewaskan 298 orang di daerah timur Ukraina yang dilakukan separatis yang didukung Rusia. 

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya menuduh separatis menjatuhkan pesawat dengan rudal yang dipasok oleh Rusia. Para separatis menyangkal menembak pesawat hingga jatuh dan Rusia mengatakan tidak memberikan senjata tersebut. Moskow telah menyarankan pasukan Kiev yang harus disalahkan atas kecelakaan itu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA