REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW-- Rusia pada Rabu mengatakan bahwa sanksi terbaru dari Uni Eropa (UE) terhadap Rusia bertentangan dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan akan memiliki dampak buruk pada negara-negara Uni Eropa.
"Langkah-langkah pembatasan dalam bidang keuangan juga akan memiliki konsekuensi negatif bagi bank-bank anggota Uni Eropa yang beroperasi di Rusia," kata kementerian dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa sanksi sektoral bertentangan dengan peraturan WTO.
Uni Eropa telah menyetujui sebuah paket pembatasan tambahan "signifikan" menargetkan sektor keuangan, pertahanan dan energi Rusia, kata Dewan Eropa pada Selasa. Sanksi lebih keras akan membatasi akses lembaga keuangan milik negara Rusia ke pasar modal Uni Eropa, memberlakukan embargo senjata, mendirikan larangan ekspor pada barang-barang penggunaan ganda (dual-use) untuk pengguna akhir militer, dan mengurangi akses Rusia ke teknologi sensitif khususnya di bidang sektor minyak.
Kementerian Rusia menuduh Uni Eropa sedang dimanipulasi oleh "dikte Washington," memperingatkan bahwa blok itu harus bersiap-siap untuk biaya ekonomi serius "skema geopolitik meragukan." "Moskow kecewa dengan ketidakmampuan Uni Eropa untuk memainkan peran independen dalam urusan global," katanya.
"Uni Eropa secara sukarela menciptakan hambatan untuk kerja sama lebih lanjut dengan Rusia dalam suatu bidang penting seperti energi, yang merupakan langkah tidak dipikirkan dan tidak bertanggung jawab. Ini akan menjadikan pasar energi Eropa membayar harga," katanya.
Kementerian menyatakan bahwa Rusia akan mengatasi kesulitan ekonomi yang mungkin disebabkan oleh sanksi baru. "Kesulitan-kesulitan yang dapat timbul di sektor-sektor tertentu dari ekonomi Rusia akan diatasi. Efisiensi dan swasembada ekonomi kami akan meningkat," katanya.
Ekonomi Uni Eropa akan menderita dari tidak adanya dampak negatif daripada Rusia, kata kementerian itu. Selain itu, kementerian itu mengatakan bahwa sanksi membuktikan bahwa Barat enggan menyelesaikan krisis Ukraina.
"Kita harus mengakui bahwa ada kekurangjelasan kemauan politik dan keengganan di Uni Eropa untuk mencapai solusi bagi krisis di Ukraina."
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan selama kunjungan ke Tajikistan, Rabu, bahwa Rusia akan menganalisis sanksi terbaru yang diberlakukan oleh Barat. Ia menambahkan bahwa Moskow melakukan semua yang bisa untuk meredakan ketegangan di Ukraina.