Kamis 31 Jul 2014 14:36 WIB

Australia Miliki Lapangan Golf Sitetis Terbesar

Lapangan golf sintetis
Foto: abc
Lapangan golf sintetis

REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLAND -- Sementara negara bagian Queensland mengalami musim kering yang sangat hebat, sepasang suami isteri di daerah ini membangun lapangan golf sintetis terbesar di dunia. Ada beberapa alasan mengapa dibuat sintetis. Selain untuk menghemat air, lantaran kandungan garam dalam tanah tersebut cukup tinggi.

Maka rumput palsu pun tertanam di area lapangan golf yang berlokasi di Zilzie Bay, Queensland tersebut. Pembangunan lapangan golf tersebut dilakukan oleh developer Rita and Chris Dadson.

Chris mengatakan, lapangan golf itu akan bertahan paling sedikit 14 tahun, sebelum perlu diganti. "Ketika kami membangun lapangan golf ini, tiba-tiba kami mendapati kandungan garam yang tinggi di danau kami. Kami tidak dapat menyimpan air tawar maka kami memilih membangun lapangan sintetis," kata Chris, belum lama ini.

"Saya pikir lapangan golf ini akan menarik minat banyak orang untuk datang dan melihat apa yang kami bangun," kata Rita.

"Pemeliharaan dan biaya lapangan golf alami jauh lebih tinggi dari yang kami bangun disini."

Biaya pemeliharaan lapangan golf seluas 100 are dengan 18 lubang itu jauh lebih murah daripada lapangan golf rumput tradisional. "Untuk lapangan normal, biayanya pemeliharaannya 1 juta sampai 1,5 juta dolar," kata Chris.

"Kami mungkin hanya mengeluarkan sekitar 100-ribu sampai 150-ribu dolar setahun untuk pemeliharaan lapangan ini dengan tenaga kerja."

CEO Golf Queensland, Lindsay Ellis, mengatakan, lapangan golf ini sangat unik."Zilzie Bay adalah salah satu lapangan golf 18 lubang di Australia yang menggunakan rumput buatan," katanya.

"Satunya lagi sangat kecil dan letaknya di sebuah daerah terpencil bernama Croydon."

Menurutnya, ia adalah suatu usaha yang mungkin patut dipikirkan oleh lapangan golf lainnya yang mengalami kekurangan air. Chris mengatakan, lapangan golfnya bukan hanya anti-musim-kering tapi juga tahan terhadap cuaca Queensland yang tak dapat diramalkan.

sumber : abc, radio australia
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement