Senin 04 Aug 2014 08:42 WIB

Anak-anak Gaza Dihantui Trauma Perang (2-habis)

Red: M Akbar
Anak Gaza
Foto: infopalestina
Anak Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, JABALIYA -- Menurut badan PBB untuk anak-anak (UNICEF), sekitar 300 anak telah terbunuh akibat serangan Israel sejak 8 Juli lalu. Mereka yang selamat berupaya untuk melupakan kekerasan yang mereka alami, lihat, dan dengar.

Bagian dari upaya menghilangkan trauma itu adalah sesi selama satu setengah jam yang harus digelar berurutan karena keterbatasan guru spesialis.

Dua guru yang nampak kelelahan pada sore itu meminta anak-anak untuk melompat, berteriak dan membuang tangan. Tujuannya adalah untuk melempar frustasi dan stres yang telah terakumulasi di diri anak.

"Anak-anak ini telah mengalami hal-hal yang ekstrim," kata Dr. Iyad Zaqut, seorang psikiatris yang memimpin program PBB untuk kesehatan mental masyarakat Jalur Gaza.

"Sangat sulit bagi anak untuk memahami apa yang terjadi, mengapa hidup mereka terancam, mengapa mereka harus meninggalkan rumah, dan mengapa mereka harus menyaksikan pemandangan yang sangat traumatis," kata Zaqut.

"Secara umum, anak-anak mencerna secara distortif saat mengalami hal-hal traumatis. Mereka cenderung menyalahkan diri sendiri atau orang-orang disekitarnya dan perilaku ini sangat merusak," kata dia.

"Kami mencoba untuk memproses ulang pikiran-pikiran yang terdistorsi itu," kata Zaqut.

Namun sangat sulit mencapai kemajuan yang diharapkan itu melalui terapi. Di jalur Gaza, 460.000 orang--atau lebih dari seperempat populasi total--terpaksa kehilangan rumah akibat pertempuran. Mereka harus tinggal dengan kerabat jauh atau mengungsi di tempat yang disediakan PBB.

Kurang dari 100 guru spesialis harus "merawat" lebih dari 100.000 anak. Hanya dalam kasus luar biasa seorang anak mendapatkan akses bertemu dua mata dengan psikolog dan psikiater. Lebih sedikit lagi yang mendapat sesi lanjutan.

Gaza sebelumnya telah dilanda perang pada 2008-2009 dan 2012. Namun konsekuensi dari konflik tahun ini dinilai lebih besar dari sebelumnya. UNICEF memperkirakan sekitar 326.000 anak di Gaza membutuhkan pertolongan psikologis.

Para anak yang berlindung di tempat pengungsian PBB setidaknya dapat menghadiri kelas. Namun ratusan ribu lainnya yang secara psikologis terdampak perang nampak sulit menjangkau pertolongan yang sama.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement