REPUBLIKA.CO.ID, Kepedihan umat Islam di Palestina yang digempur habis pasukan Israel turut dirasakan pula oleh kita. Namun, lantaran terpisah jarak dan situasi, kita pun hanya mampu memberikan bantuan yang sangat terbatas.
Selain doa, kita dapat memberikan bantuan dalam bentuk dana. Maka, tak aneh bila belakangan ini kian gencar saja aksi atau gerakan untuk menggalang dana demi meringankan penderitaan sahabat kita di Palestina. Ini seperti yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa.
Belum genap sepekan, program “Dari Sekolahku untuk Sekolah di Palestina” mendapat respons positif yang cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan antusiasme beberapa sekolah yang telah didatangi oleh Dompet Dhuafa.
Program Dari Sekolahku untuk Sekolah di Palestina merupakan program untuk membangun sekolah di Gaza, Palestina. Program ini menggalang dana dari siswa-siswi Indonesia mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Program tersebut bertujuan untuk membangkitkan rasa solidaritas para siswa di Indonesia.
Sampai saat ini, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Dongeng Ceria Manajemen telah mendatangi tiga sekolah. “Alhamdulillah, dalam waktu yang singkat antusiasme sekolah yang ingin berdonasi saat ini sangat tinggi. Sebelum didatangi Dompet Dhuafa pun, mereka telah menghimpun dana. Jadi, nanti kita ke sana dana sudah terkumpul,” ujar General Manager Pendidikan Sri Nurhidayah di Tangerang Selatan.
Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan hadir karena kekhawatiran akan dampak yang terjadi pada anak-anak usia sekolah tersebut.
“Kami berusaha mengedukasi siswa-siswi melalui cerita yang dibawakan oleh tim Dongeng Ceria. Selain untuk mengedukasi soal kekerasan yang terjadi di Palestina, Dompet Dhuafa juga menyadarkan anak-anak sekolah untuk berbagi,” kata Nurhidayah yang akrab disapa Bu Nuk ini.
Menurutnya, dengan mudahnya akses informasi saat ini, anak-anak usia sekolah dapat menemukan gambar-gambar korban perang di dunia maya. Hal tersebut akan berdampak buruk jika anak-anak tidak didampingi oleh orang dewasa. “Dompet Dhuafa hadir supaya anak-anak sekolah punya pemahaman yang benar soal kasus di Gaza, Palestina,” ujarnya.
Hingga kini, hasil donasi yang terkumpul menunjukkan semangat kepedulian para siswa. Sejumlah sekolah telah memberikan dananya untuk teman-teman mereka di TK hingga SMP Al Syukro, sekolah Semen Cibinong, Al Kautsar Sukabumi, hingga Sekolah Al Gifa Bogor. Partisipasi pada program ini juga datang dari siswa-siswi SMA Al Muttaqin Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dompet Dhuafa menargetkan menghimpun dana sebesar Rp 5 miliar dalam waktu satu bulan hingga 31 Agustus. Selanjutnya, dana tersebut akan segera dikirim ke Palestina. Program ini pada akhirnya akan membentuk satu komunitas yang mengikutsertakan anak-anak di School Social Responsibility.
“Harapannya, sekolah-sekolah mau berbagi kekuatan dengan sekolah yang membutuhkan di seluruh Indonesia,” kata Nuk.