Kamis 07 Aug 2014 11:45 WIB
Menelisik Gerakan Negara Islam ISIS

Gerilyawan Negara Islam ISIS Lakukan Pengeboman, 30 Orang Tewas

Kelompok ISIS mulai menyerang Utara Baghdad, warga sipil menjadi korban utama dari serangan tersebut.
Foto: AP
Kelompok ISIS mulai menyerang Utara Baghdad, warga sipil menjadi korban utama dari serangan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Lima serangan bom, termasuk empat bom mobil, menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai sekitar 70 lainnya Rabu (6/8) di beberapa distrik di Baghdad, kata polisi Irak dan sumber-sumber medis.

Dalam serangan mematikan itu, dua ledakan bersamaan terjadi di daerah Syiah timur laut Kota Sadr menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 34 lainnya, kata seorang kolonel polisi kepada AFP.

Sumber-sumber medis mengkonfirmasi jumlah kematian itu.

Pada beberapa hari sebelumnya, para pejuang jihad Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menewaskan sedikitnya 23 tentara Irak dan anggota milisi Syiah sekutunya, di daerah titik nyala selatan Baghdad, kata sumber militer Sabtu.

Para pejuang ISIS menembakkan putaran mortir menyerang kota

Jurf al-Sakhr Jumat malam, menewaskan 11 tentara dan 12 anggota Asaib Ahl milisi al-Haq, kata seorang perwira dan tentara medis.

Tujuh tentara terluka selama operasi pemerintah berikutnya terhadap pejuang jihad di Jurf al-Sakhr, Al-Hamya dan Latifiya,

kata sumber tersebut menjelaskan.

Data yang dirilis pemerintah Jumat mengatakan, lebih dari 1.600 orang tewas dalam tindak kekerasan di Irak bulan lalu, sebagian besar dari mereka warga sipil.

Angka yang dikumpulkan oleh kementerian-kementerian kesehatan, dalam negeri dan pertahanan menunjukkan bahwa 1.401 warga sipil, 185 tentara dan 83 polisi tewas pada Juli.

Jumlah ini menandai sedikit penurunan dari tingkat tertinggi tujuh tahun yang tercatat pada Juni ketika kelompok jihad ISIS meluncurkan ofensif yang memicu krisis terburuk Irak dalam beberapa tahun terakhir.

Penghitungan terbaru juga menunjukkan bahwa total 2.104 orang terluka, termasuk 246 tentara dan 153 polisi.

Perwakilan PBB di Irak memberikan angka yang lebih tinggi, mengatakan setidaknya 1.737 orang tewas pada Juli.

"Saya prihatin atas meningkatnya jumlah korban di Irak, khususnya di antara penduduk sipi, anak-anak dan perempuan yang paling rentan," kata Utusan Tinggi PBB Nickolay Mladenov.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement