REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Dua menara setinggi 420 meter yang menjadi bagian proyek perluasan Masjidil Haram di Mekkah mengancam keberlangsungan mata air zamzam. Pasalnya, konstruksi bangunana menara dapat mengeringkan mata air yang lekat dengan sejarah Nabi Ismail itu.
Worldbulletin, Sabtu (9/8) melansir, Saudi Binladin Group berencana membangun dua menara tertinggi di dunia itu di barat-daya dan timur-laut Masjidil Haram. Mereka berencana menghancuran bukit-bukit di lokasi menggunakan bahan peledak untuk membangun fondasi seluas 900 meter persegi.
Rencana ini menuai kritik karena dapat berdampak negatif pada sumber air zamzam. Mata air zamzam merupakan sumber air yang penting dan bernilai historis bagi umat Islam.
Meski Pemimpin Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdulaziz, telah membentuk tim Zamzam Water Project untuk memastikan terjaganya suplai air zamzam, muncul kekhawatiran kritik pembangunan menara hanya dianggap angin lalu.
Sebelumnya, perluasan Masjidil Haram juga telah menuai kritik oleh beberapa tokoh Muslim karena dianggap tidak memerhatikan situs historis penting di sekitar Ka'bah. Perluasan ini juga dianggap akan mengubah keseluruhan wajah Mekkah, tempat lahir Rasulullah SAW. Pemerintah Arab Saudi mengklaim perluasan ini diperlukan agar dapat memfasilitasi hak jamaah haji menjalankan ibadah.