REPUBLIKA.CO.ID, GAZA CITY -- Warga Palestina mencoba kembali ke kehidupan normal mereka di Gaza setelah gencatan senjata selama 72 jam memasuki hari kedua. Sementara, para negosiator kembali berada di Kairo berupaya mencari solusi permanen untuk mengakhiri pertikaian ini.
Daerah tersebut cukup tenang setelah dilakukannya mediasi yang ditengahi oleh Mesir untuk mengakhiri kekerasan yang telah menewaskan 1.945 warga Palestina serta 64 warga Israel. Sejak Ahad (10/8) malam, tak ada laporan adanya pelanggaran senjata dari kedua belah pihak.
Toko-toko pun mulai kembali dibuka dan warga kembali memenuhi jalanan di wilayah yang digempur oleh Israel. Di luar sekolah yang dijaga oleh PBB sejumlah mobil dan gerobak keledai bersiap-siap membawa para pengungsi kembali ke rumah mereka setelah mengungsi selama pertempuran terjadi.
“Kami ingin kembali melihat apa yang terjadi pada rumah kami,” kata Hikmat Atta (58 tahun) yang membawa keluarganya menggunakan gerobak kecil menuju rumah mereka di Beit Lahiya.
Namun, gencatan senjata yang kedua ini masih merupakan tahapan awal. “Kami hanya kembali pada siang hari, pada malam hari kami akan kembali ke sini,” katanya seperti dilansir Al Jazeera. Layanan darurat Palestina melaporkan seorang bayi perempuan berusia satu bulan telah meninggal setelah terluka parah akibat pertempuran.
Di Kairo, para mediator intelijen Mesir tengah melakukan pertemuan dengan wakil dari Palestina, yang kemudian akan disampaikan kepada negosiator Israel. Pembicaraan secara tak langsung ini dimulai pada Senin.