REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD – Kelompok pria bersenjata Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan semakin bergerak mendekati ibukota Irak, Baghdad. Para pemimpin milisi radikal tersebut mengerahkan massanya mendekati Qara Tappa, yang hanya berjarak 70 mil dari ibukota.
Presiden AS Barack Obama mengatakan keterlibatan AS dalam memerangi ancaman kelompok radikal ISIS di Irak masih diperlukan. Sementara itu, diperlukannya misi penyelamatan minoritas Yazidi masih menjadi topik pembahasan di dunia.
Pertempuran pun pecah di Fallujah, kota yang telah direbut oleh ISIS. Akibatnya, 15 orang tewas, termasuk empat anak-anak ketika pasukan militer Irak terlibat pertempuran dengan kelompok ekstrimis di pinggiran kota.
PBB telah menyatakan situasi darurat level tiga di Irak. Dengan tingkat darurat ini, situasi di Irak dapat menyebabkan diperlukannya pengiriman bantuan makanan dan dana bantuan kepada para pengungsi.
Sementara itu, Washington mendesak faksi-faksi politik Irak untuk mengatasi krisis politik di Baghdad. Pemerintah Obama tengah mencoba membujuk perdana menteri yang baru saja ditunjuk, Haidar al-Abadi untuk bergerak membentuk pemerintahan yang luas yang dapat mempersatukan Irak melawan kelompok radikal.