Selasa 19 Aug 2014 19:00 WIB

Ssstt..Turis Singapura di Batam Diminta Tenang

Kapal cepat rute Batam - Singapura bersiap menurunkan penumpang di Pelabuhan Internasional Nongsa Pura, Batam.
Foto: Joko Sulistyo/Antara
Kapal cepat rute Batam - Singapura bersiap menurunkan penumpang di Pelabuhan Internasional Nongsa Pura, Batam.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Orang-orang Singapura yang bepergian ke Pulau Batam, Indonesia, diperintahkan untuk bersikap tenang ketika antre di ruang imigrasi atau mereka akan dipulangkan. Harian Straits Times, Selasa (19/8), melaporkan adanya beberapa petunjuk bergambar jari di bibir terpampang baru-baru ini di dalam ruang imigrasi di terminal kapal feri Batam Centre.

Sejumlah wisatawan mengatakan mereka diperintahkan untuk naik kapal feri berikutnya dan kembali ke Singapura jika kedapatan mengobrol di antrean. Laporan lainnya mengatakan sedikitnya 50 warga Singapura dipulangkan setiap pekan karena dianggap membuat kegaduhan.

"Saya berada di sana untuk liburan. Mengapa saya tidak bisa membuka mulut saya? Saya hanya mengobrol dengan teman saya," kata salah satu turis Singapura yang ditolak masuk, kepada Straits Times.

Wisatawan lainnya mengatakan dia melihat seorang perempuan diminta kembali lagi ke Singapura meskipun seluruh keluarganya sudah diperbolehkan masuk Batam. Seorang warga negara Singapura menulis di Twitter: "Kami dimarahi! Mereka pikir mereka mengelola perpustakaan."

Kasi Unit B Imigrasi Batam, Pelabuhan Batam Centre, Irwanto Suhaili, mengatakan suasana tenang ini dibutuhkan untuk menjaga ketertiban dan memastikan wisatawan dapat mendengar semua instruksi petugas. Wisata dari Singapura ke Pulau Batam yang berjarak 1 jam ini populer di antara warga Singapura yang ingin berwisata dan kembali pulang pada hari yang sama. Harga tiket pergi-pulang bernilai sekitar 45 dolar Singapura atau setara dengan Rp 423 ribu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement