Ahad 24 Aug 2014 15:02 WIB

Obama Kaji Ulang Penyediaan Alat Militer Polisi AS

Rep: c92/ Red: Bilal Ramadhan
Barack Obama
Foto: EPA/Olivier Douliery
Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON– Presiden AS Barack Obama memerintahkan peninjauan program pendanaan hampir peralatan militer ke departemen polisi kota senilai hampir setengah milyar tahun lalu. Kebijakan ini diberlakukan menyusul adanya kecaman terhadap sikap lembaga penegak hukum dalam menangani pengunjuk rasa di Ferguson.

Kajian ini diperkirakan akan mencakup program perlengkapan Departemen Pertahanan. Program ini mencakup penyediaan tenda, generator, truk pick-up, dan kendaraan di semua medan seperti pesawat militer, alat pelontar granat, serta kendaraan bersenjata taktis. Program tersebut menghabiskan dana senilai 4,3 milyar dolar AS sejak tahun 1997.

“Antara lain, Presiden telah meminta peninjauan apakah program ini tepat,” kata seorang pejabat senior pemerintah.

Laporan ini juga akan mengkaji apakah negara dan penegak hukum setempat diberikan pelatihan dan bimbingan yang diperlukan, dan apakah pemerintah federal cukup mengaudit penggunaan peralatan yang diperoleh melalui program federal dan pendanaan.

Pejabat ini mengatakan, pengkajian akan dipimpin oleh staf Gedung Putih, termasuk Dewan Kebijakan Domestik, Dewan Keamanan Nasional, dan Kantor Manajemen dan Anggaran, bersama dengan Departemen Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri, dan Kehakiman. Rencana ini pertama kali dilaporkan oleh media New York Times Sabtu (23/8).

Perintah ini muncul ditengah adanya kritik dari anggota Kongres, kelompok hak-hak sipil serta pakar media berita terhadap militerisasi departemen polisi di Ferguson dan di seluruh negara bagian. Selama hampir dua minggu, protes terjadi di St. Louis setelah terjadi penembakan terhadap seorang remaja kulit hitam yang dilakukan seorang perwira polisi kulit putih.

Polisi menggunakan kendaraan lapis baja, alat-alat pengendali kerusuhan, pistol, dan senapan M4 yang juga digunakan oleh pasukan AS di Irak dan Afghanistan. Mereka juga menggunakan peluru karet dan gas air mata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement