REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Perdana Menteri baru Irak Haider al-Abadi mengunjungi Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Pertemuan untuk meminta dukungan internasional yang lebih besar, demi menghancurkan kelompok militan.
Zarif menegaskan kembali dukungan Teheran untuk kesatuan Irak dan perang melawan militan. Ia mengatakan, Abadi menunjukkan banyaknya bahaya yang ditimbulkan kelompok teroris Negara Islam (IS). Zarif menekankan perlunya upaya regional dan internasional untuk membasmi 'geng' teroris.
"Iran akan terus mendampingi Irak," kata Zarif.
Iran tambah Zarif, akan mendukung persatuan dan stabilitas keamanan di Irak. Zarif menganggap masalah Irak sebagai prioritas dalam kebijakan luar negerinya.
Iran dan Irak selama ini berjuang dalam perang delapan tahun pada 1980. Namun kini, Syiah Teheran memiliki hubungan dekat dengan pemimpin Syiah yang mendominasi Irak sejak penggulingan Saddam Hussein.