REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON– Senator Partai Republik asal Kentucky, Rand Paul, disebut akan mencalonkan diri dalam pemilu AS tahun 2016. Ia menyebut kandidat potensial dari Partai Demokrat, Hillary Clinton sebagai “Elang Perang”.
Ia juga menyebut Clinton mungkin akan membuat takut para pemilih yang lelah dengan intervensi militer AS di Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara Ahad (24/8) siang dengan NBC News, ia memperkirakan pemilu 2016 akan menjadi “pemilu transformasional” bagi Gedung Putih jika Partai Demokrat mencalonkan “Elang Perang” seperti Hillary Clinton.
Paul memang dikenal sebagai seorang anti-intervensi. Tahun lalu ia menentang seruan Presiden AS Barack Obama untuk melakukan aksi militer di Suriah. Ia juga dikenal sebagai seorang liberal. Namun, pernyataan itu justru muncul bersamaan dengan meningkatnya dukungan para Republikan terhadap serangan udara AS di Suriah.
Kebijakan ini mereka anggap sebagai bagian kebijakan luar negeri Timur Tengah untuk menghentikan munculnya Negara Islam dan kelompok teroris lain di wilayah tersebut. Awal bulan lalu, Clinton mengkritik “doktrin Obama” dan mengatakan Obama gagal mendukung mereka yang awalnya menentang rezim Presiden Suriah, Bashar Assad.
“Kegagalan tersebut menyebabkan kekosongan (dalam pemerintahan) yang kini diisi oleh para jihadis,” kata dia seperti dikutip majalah Atlantic awal bulan ini. Sebelumnya ia juga menganjurkan Menteri Luar Negeri membantu para pemberontak Suriah.
Paul mengatakan, ketakutan terbesar Partai Demokrat dalam pemilu 2016 adalah kehadiran dia dalam pemilu dan banyaknya pemilih yang mempersoalkan masalah perang Timur Tengah. “Kami lelah dengan perang. Kami khawatir Hillary Clinton akan membawa kami terlibat dalam perang Timur Tengah yang lain,” kata dia memperkirakan respon para pemilih.
Ini adalah pertama kalinya Paul mengkritik Hillary Clinton. Baru-baru ini, dalam tour 10-stopnya di Iowa, ia menyebut perang di Libya sebagai “Perangnya Hillary”. Ia juga mengatakan Clinton bertanggung jawab atas serangan teror tahun 2012 di konsulat AS di Benghazi, Libya. Empat warga Amerika tewas akibat serangan itu. Karena itu, ia seharusnya didiskualifikasi dari pencalonan presiden.
Foxnews melansir, Paul telah memiliki kekuatan akar rumput yang solid dalam pemilihan awal di negara-negara bagian. Menurut rata-rata jajak pendapat tentang potensi masing-masing calon presiden GOP yang dilakukan situs non-partisan RealClearPolitics.com, ia berada di urutan ketiga. Ia berada di belakang Gubernur New Jersey Chris Christie dan mantan Gubernur Florida Jeb Bush.