Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Ukraina Klaim Tewaskan 250 Separatis Pro-Rusia

Selasa 26 Agu 2014 05:37 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Muhammad Hafil

tentara ukraina

tentara ukraina

REPUBLIKA.CO.ID,DONETSK -- Sedikitnya 250 separatis pro-Rusia (yang sebagian di antaranya adalah ‘tentara bayaran’) tewas dalam bentrokan dengan tentara Ukraina di wilayah timur negeri itu, akhir pekan lalu. Demikian klaim pemerintah Kiev, seperti dikutip World Bulletin, Senin (25/8).

Sebuah lembaga layanan pers operasi antiteror Ukraina mengatakan, dua kelompok sukarela di negara itu menewaskan 90 separatis pro-Rusia di kota Ilovaysk, Provinsi Donetsk. Daerah tersebut telah menjadi medan pertempuran berat berkepanjangan antara kedua kubu yang berkonflik sejak 18 Agustus lalu.

“Selain itu, tentara Ukraina berhasil pula menewaskan 10 tentara bayaran Rusia dan menghancurkan toko persenjataan yang dikendalikan oleh kelompok separatis,” tulis pernyataan tersebut.

Secara terpisah, 150 ‘tentara bayaran’ lainnya juga disebutkan tewas menyusul pemboman oleh kubu Ukraina terhadap konvoi separatis pro-Rusia di Kota Olenivka, Donetsk. Pemerintah Kiev pun mengklaim, tujuh tank dan artileri berat juga hancur dalam operasi itu.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Twitter, Ahad (24/8) lalu, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Ukraina, Andrei Lysenko mengatakan, sebanyak 722 tentara Ukraina tewas dan 2.625 lainnya mengalami luka-luka sejak peluncuran operasi antiteror pada April lalu.

Operasi itu sendiri ditujukan untuk mengembalikan kontrol pemerintah Kiev atas wilayah Donetsk dan Luhansk. Kedua daerah ini sebelumnya sempat diklaim ‘merdeka’ oleh kelompok separatis Rusia.Ketegangan di wilayah Donetsk mencapai titik tertinggi baru selama beberapa hari terakhir, sejak konvoi bantuan dari Rusia—yang dianggap ilegal oleh Barat—memasuki wilayah Ukraina.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA