Senin 01 Sep 2014 13:10 WIB

Israel Larang Bahan Bangunan Masuk Gaza

Gaza porak poranda akibat serangan Israel
Gaza porak poranda akibat serangan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Israel tetap melarang masuknya bahan mentah bangunan memasuki Jalur Gaza kendati ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok gerilyawan Palestina pimpinan HAMAS pada 26 Agustus, kata seorang pejabat senior pada Ahad (31/8).

Nazmi Muhana, Direktur Lembaga Penyeberang di Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA), memberitahu Xinhua bahwa setakat ini pihak Palestina "belum diberitahu atau menerima keterangan mengenai perubahan apa pun yang berkaitan dengan pengoperasian kedua pos utama penyeberangan di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza".

"Sekarang ini, apa yang diperkenankan setiap hanya hanya lah 250 sampai 300 truk yang bermuatan makanan, sayuran, pakaian dan bahan bakar," kata Muhanad. Ia menambahkan, "Jumlah truk itu belum bertambah sejak berakhirnya perang."

Pada Selasa (8 Juli), Israel melancarkan agresi militer melalui udara, laut dan darat ke Jalur Gaza, yang berlangsung selama 51 hari sampai Mesir berhasil memperantarai gencatan senjata antara Israel dan faksi gerilyawan Palestina. Selama operasi militer Israel ke Jalur Gaza, 2.145 orang Palestina --kebanyakan warga sipil-- tewas dan 11.100 orang lagi cedera.

Selama agresi militer Israel terhadap daerah kantung pantai itu, kerusakan parah terjadi pada rumah, bangunan, gedung pemerintah, masjid dan prasarana.

Sebagian kesepakatan gencatan senjata yang dicapai di Ibu Kota Mesir, Kairo, ialaha memperkenankan semua barang, termasuk bahan bangunan dan dimulainya pembangunan di Jalur Gaza.

"PNA meningkatkan kontaknya selama beberapa hari belakangan guna mengizinkan bahan mentan bangunan dan industri memasuki Jalur Gaza agar proses pembangunan bisa segera dimulai setelah perang berakhir," kata Muhana, sebagaimana dikutip Xinhua , Senin siang. Ia merujuk kepada perincian kesepakatan yang meliputi diredakannya blokade delapan tahun Israel atas Jalur Gaza.

Pada 2007, Israel menjatuhkan blokade ketat atas daerah kantung Palestina tersebut, segera setelah HAMAS merebut kendali dengan mengusir pasukan keamanan yang setia kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Namun, pada 2010, Israel meredakan blokade itu dan mengizinkan prajurit pasukan komando Israel menyerang armada kapal bantuan tujuan Jalur Gaza; sembilan pegiat Turki gugur dalam aksi militer Israel tersebut.

Selain meredakan blokade Israel, kesepakatan gencatan senjata yang diperantrai Mesir itu juga memperluas daerah penangkapan ikan bagi nelayan Jalur Gaza dari tiga mil jadi enam mil.

Israel dan Palestina juga sepakat melalui Mesir untuk mengadakan perundingan setelah satu bulan gencatan senjata mengenai masalah lain seperti pembangunan pelabuhan laut dan bandar udara bagi Jalur Gaza dan pembebasan tahanan.

Qais Abdul Kareem, anggota delegasi Palestina ke pembicaraan di Kairo, mengatakan kepada Xinhua, "Setakat ini, tak ada tanggal khusus yang diputuskan bagi dilanjutkannya pembicaraan tak langsung Israel-Palestina."

Ditambahkannya, "Pembicaraan direncanakan dilanjutkan setelah satu bulan mengenai masalah yang lebih besar guna mengakhiri blokade Israel.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement