Selasa 09 Sep 2014 13:07 WIB

DSB Terbitkan Laporan Awal Tragedi MH17

Rep: Gita Amanda/ Red: Julkifli Marbun
Malaysia Airlines
Foto: AP
Malaysia Airlines

REPUBLIKA.CO.ID, DEN HAAG -- Dewan Keselamatan Belanda (DSB) mengeluarkan laporan awal, terkait jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur, pada Juli lalu. Namun laporan tak menyebut siapa yang harus disalahkan atau bertanggungjawab, atas insiden yang menewaskan 298 orang itu.

Dilansir dari The Guardian, DSB mengatakan laporan yang dikeluarkan pada Selasa (9/9), mencakup rincian dari sejumlah bukti untuk menyusun laporan awal. Mulai dari perekam suara kokpit, perekam data penerbangan, citra satelit dan foto, serta informasi radar.

Namun laporan tak menyebut siapa yang menembakkan rudal ke penerbangan komersial itu.

Dewan mengatakan ini bukan laporan akhir, mereka berharap laporan akhir dapa  dikeluarkan dalam waktu satu tahun. Wartawan BBC News, Anna Holligan mengatakan, temuan pada Selasa akan menjadi catatan resmi pertama mengenai apa yang terjadi.

"Laporan akan memungkinkan awal dari urutan sementara peristiwa," kata situs DSB.

Pada hari terjadinya pesawat jatuh, seorang pemimpin separatis pro-Rusia mengatakan pada media sosial bahwa pasukannya telah menembak jatuh sebuah pesawat perang Ukraina. Namun sesaat kemudian mereka membatalkan klaim tersebut, setelah diketahui pesawat yang jatuh merupakan pesawat sipil.

Pemerintah Ukraina juga telah menerbitkan hasil penyadapan. Penyadapan menunjukkan separatis melakukan penembakkan rudal. Tapi belum jelas apakah laporan DSB akan mengomentari keaslian penyadapan pemerintah Ukraina.

Amerika Serikat dan Ukraina menuduh pasukan Rusia meluncurkan rudal yang menembak jatuh pesawat. Namun Moskow membantah tuduhan itu, dan menunjuk angkatan udara Ukraina yang melakukannya.

Karena konflik yang terus berlangsung di sekitar lokasi kecelakaan, peneliti DSB mengaku sulit mengunjungi tempat kejadian. Tetapi organisasi itu mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan berdasarkan sumber lain.

"Setelah situasi aman dan stabil, DSB akan mengunjungi lokasi untuk memverifikasi hasil penyelidikan dan melakukan pencarian spesifik reruntuhan dan potongan objek vital lainnya," ujar situs tersebut.

Sementara itu situs jurnalisme investigatif Bellingcat menerbitkan foto-foto yang mengklaim adanya rudal anti-pesawat yang terlibat dalam serangan. Rudal ditembakkan oleh unit Rusia, 53, yang berbasis di kota Kurskrd Buk.

"Informasi baru yang disajikan dalam artikel ini menambah bukti pemerintah Rusia bertanggungjawab atas tragedi tersebut," katanya.  

Laporan DSB keluar pada saat Uni Eropa menimbang sanksi baru terhadap Rusia. Rusia dianggap berperan memicu pemberontakan separatis di timur Ukraina. Namun berlakunya sanksi masih ditunda selama beberapa hari.

Malaysia Airlines Boeing 777 terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, saat ditembak jatuh di wilayah antara Krasni Luch, Luhansk, dan Shakhtarsk, Donestk.

Para ahli dari Inggris, Jerman, Australia, Malaysia, AS, Ukraina hingga Rusia bekerja sama dalam kasus ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement