Kamis 11 Sep 2014 22:52 WIB

Penjualan Lesu, Cadbury Tutup Pabrik 5 Minggu

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pabrik coklat Cadbury terbesar di Hobart, Tasmania akan tutup selama 5 pekan pada akhir tahun ini. Perusahaan induk Cadbury Monodelez International mengatakan, pabrik  milik mereka di Claremont akan ditutup selama periode Natal karena nilai penjualan yang merosot dan tingkat persediaan yang lebih besar dari perkiraan.

Perusahaan tersebut juga mengatakan tindakan penutupan pabriknya selama 5 pekan adalah bagian dari proses penyesuaian antara persediaan dengan perkiraan permintaan  yang dapat berfluktuasi sepanjang tahun.

Peternak sapi perah yang memasok susu untuk Cadbury mengatakan mereka yakin susu mereka akan dibeli oleh perusahaan pemroses susu lainnya sementara kontrak penjualan susu mereka kepada Cadbury masih tetap berlaku.

John Shortdari Serikat Pekerja Manufaktur Australia mengatakan pabrik Cadbury biasanya tutup dua minggu selama periode Natal tetapi pada tahun ini pekerja harus mengambil cuti tahunan mereka lebih banyak. "Tampaknya kinerja perusahaan Cadbury benar-benar baik pada awal tahun ini dan mereka mampu memproduksi cokelat dalam jumlah banyak. Selain itu kelebihan stok produksi mereka juga  hanya sedikit, tapi sayangnya penjualan mereka di semester kedua tahun ini tidak sesuai harapan, "katanya, baru-baru ini.

"Tampaknya perusahaan tengah mencoba mempertahankan tenaga kerja mereka dengan cara menutup perusahaan sedikit lebih lama dari biasanya pada tahun ini.

"Kami siap bekerja sama dengan perusahaan untuk mencoba mengurangi dampak dari situasi lesunya penjualan mereka terhadap pekerja."

Cadbury mengatakan akan perusahaannya akan mempertahankan kegiatan pariwisata selama pabrik mereka tutup.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement