Selasa 16 Sep 2014 06:57 WIB

Putin-Merkel Tekankan Pentingnya Pertahankan Gencatan Senjata

Vladimir Putin
Foto: EPA/Alexander Zemlianichenko
Vladimir Putin

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel membahas pentingnya mempertahankan gencatan senjata di Ukraina dalam percakapan telepon, kata Kremlin dalam satu pernyataan Senin (15/9).

"Perkembangan situasi Ukraina telah dibahas, termasuk pemeliharaan dengan teliti gencatan senjata oleh para pihak dalam konflik antar-Ukraina dan efisiensi pemantau gencatan senjata atas nama Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE)," kata pernyataan itu.

Laporan-laporan AFP dari Kiev sebelumnya mengatakan, ketegangan-ketegangan terkait soal Ukraina memburuk setelah Kiev menuduh Kremlin berusaha "menghapus" bekas negara Soviet yang kini pro Barat tersebut, sementara itu Moskow menuding Washington mengatur semuanya.

Kiev dan Moskow saling menyalahkan pada Sabtu ketika dunia barat di memberlakukan sanksi atas Rusia. Keduanya pun kembali terlibat konflik ditengah gencatan senjata.

Rusia memicu ketegangan lagi dengan mengirim konvoi 220 truk ke wilayah yang dikuasai pemberontak. Dikatakannya konvoi itu membawa bantuan tetapi tak pernah diperiksa oleh para pemantau Eropa atau tentara Ukraina di perbatasan.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyeru para pemimpin dunia jangan percaya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin kendati keputusannya untuk Moskow menandatangani satu gencatan senjata mengakhiri perang lima bulan yang telah merenggut lebih 2.700 juta jiwa.

Perjanjian perdamaian yang dimediasi Eropa dan ditandatangani Kiev dengan Moskow dan dua pemimpin pemberontak telah membantu situasi tenang dari pertempuran di wilayah timur Ukraina yang secara ekonomi vital.

Tetapi baik Eropa dan Amerika Serikat masih curiga akan maksud Putin dan masih menunggunya untuk menarik 1.000 tentara yang mereka klaim telah membantu pemberontak menguasai wilayah pada hari-hari menjelang gencatan senjata.

Moskow tidak hanya membantah memberikan dukungannya bagi para pemberontak, tetapi juga menuding Washington menyokong protes-protes yang selama ini bermunculan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement