Rabu 17 Sep 2014 18:40 WIB

Miris, Jalur Gaza Semakin 'Terpisah' dari Tepi Barat

Rep: C64/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah
Hamas dan Fatah rayakan rekonsiliasi di Kairo, Rabu (4/5).
Foto: Al-Jazirah
Hamas dan Fatah rayakan rekonsiliasi di Kairo, Rabu (4/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JYERUSALEM -- Seorang pejabat senior PLO mengatakan Jalur Gaza terlihat semakin terpisah dari Tepi Barat, seperti yang dilansir Jerusalem Post, Rabu (17/9). Mengingat persengketaan yang sedang melanda antara Fatah dan Hamas saat ini.

Sekretaris Jenderal PLO Yasser Abed Rabbo mengatakan, bahaya perpecahan antara Jalur Gaza dan Tepi Barat telah meningkatkan titik terang dalam kegagalan untuk mengakhiri sengketa.

Ia berbicara dalam sebuah seminar di Ramallah bahwa Israel sudah bertahun-tahun berusaha untuk memisahkan Tepi Barat dari Jalur Gaza. Dan, cara Israel dengan menabur benih-benih perpecahan diantara warga Palestina .

"Hari ini, Israel hampir mencapai tujuannya,"katanya.  Pejabat PLO itu mengatakan, bahwa konferensi untuk membahas rekontruksi Gaza yang dijadwalkan bulan depan di Kairo, Mesir dapat tertunda. Yang mana hal itu sebagai akibat dari persaingan Fatah dan Hamas.

Ia menyatakan dukungan untuk upaya Otoritas Palestina dalam mencari solusi konflik dengan Israel melalui PBB. Dia juga menyuarakan dukungan untuk Otoritas Palestina  bergabung dalam perjanjian dan konvensi internasional, termasuk Mahkamah Pidanan Internasional.

"Waktunya telah tiba untuk mengakhiri monopoli Washington atas proses politik di Timur Tengah." kata Abed Rabbo

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement