Jumat 26 Sep 2014 19:39 WIB

FBI: Sekitar 12 Warga Amerika Bertempur di Suriah

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah
Pejuang Suriah antek Alqaidah (Ilustrasi)
Pejuang Suriah antek Alqaidah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat meyakini terdapat puluhan warga Amerika yang ikut bertempur bersama ISIS di Suriah. Pernyataan ini membantah laporan yang menyebutkan lebih dari 100 warga Amerika bergabung bersama ISIS.

Dilansir dari Associated Press, pernyataan ini tak mengisyaratkan tak adanya kekhawatiran terhadap 88 warga Amerika lainnya yang disebut-sebut telah tewas, ditahan, atau tengah bergabung dalam pertempuran. Namun, direktur FBI, James Comey, mengatakan Amerika Serikat hanya mengetahui terdapat sekitar 12 orang yang saat ini bertempur di Suriah.

"Ketika saya menggunakan angka 100, berarti terdapat warga yang datang dan pergi, warga yang berusaha pergi dan kami mencegahnya, serta warga yang telah pergi dan menetap," kata Comey.

Comey juga mengatakan Amerika Serikat meyakini mengetahui identitas pria yang mengenakan penutup kepala dalam video pembunuhan dua jurnalis Amerika dan seorang pekerja bantuan Inggris. Sayangnya, ia menolak menyebutkan nama dan kebangsaan pria tersebut.

Ia juga tidak menyebutkan apakah AS meyakini pria tersebut yang melakukan pembunuhan. Sementara itu, pernyataan berbeda disampaikan oleh direktur Pusat Konterterorisme Nasional, Matthew Olsen.

"Ribuan anggota asing telah pergi ke Suriah selama tiga tahun terakhir," katanya, pekan lalu. "Jumlah ini termasuk lebih dari dua ribu warga Amerika dan lebih dari ratusan warga Amerika," tambahnya.

Sedangkan, juru bicara Pusat Konterterorisme Nasional, Joe Vealencis, mengatakan lebih dari 100 warga Amerika yang disebutkan mengarah pada jumlah total warga Amerika yang mencoba pergi ke Suriah untuk bertempur atau warga Amerika yang telah pergi dan kembali lagi.

Sebelumnya, pejabat intelijen AS memperkirakan terdapat sekitar 15 ribu anggota asing yang tergabung dalam kelompok ekstrimis, termasuk ISIS, di Irak dan Suriah. Para pejabat telah lama mengkhawatirkan warga Amerika ikut bergabung dalam pertempuran ini. Setidaknya dua warga Amerika dilaporkan telah tewas dalam pertempuran dan 13 warga lainnya telah ditahan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement