Ahad 28 Sep 2014 05:47 WIB

Nusra, Loyal ke Alqaidah atau AS?

  Seorang anak yang terluka mendapat perawatan setelah serangan udara pasukan yang loyal kepada Presiden Bashar al-Assad di Duma, dekat kota Damaskus, Suriah, Kamis (11/9). (Reuters/Badra Mamet)
Seorang anak yang terluka mendapat perawatan setelah serangan udara pasukan yang loyal kepada Presiden Bashar al-Assad di Duma, dekat kota Damaskus, Suriah, Kamis (11/9). (Reuters/Badra Mamet)

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS --  Salah satu kelompok yang saat ini diserang oleh pesawat Amerika Serikat dan sekutunya adalah kelompok Jabhat al-Nusra, selain ISIS dan lain-lain.

Walau pernah masuk dalam media di awal revolusi Musim Semi Arab di Suriah, kepopuleran Jabhat al-Nusra kini disaingi ISIS yang eksis di Irak dan Suriah sekaligus.

Dalam video-video Youtube yang beredar di internet kedua organisasi ini saling memusuhi dan menuduh pihak saingannya sebagai perpanjangan tangan Alqaidah.

Global Post pada tahun 2013, dalam artikel Abu Mohammad al-Golani, leader of Jabhat al-Nusra, killed in Syria, state TV claims, menjelaskan afiliasi kelompok ini.

Wartawan GlobalPost Tracey Shelton berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan salah satu Emir atau pemimpin di Jabhat al-Nusra, Al-Amir Gazi al-Haj.

Al-Haj menjelaskan tata cara rekrutmen anggotanya. (Baca: Dipimpin Amir Kelahiran Israel, Nusra Ancam Balas AS dan Arab)

"Kami tidak menerima calon anggota yang menyimpang dari ajaran, seperti merokok. Kami lurus, dan anda dapat melihat hasilnya," jelasnya.

Dijelaskan, Nusra sering menggunakan gaya 'Robin Hood' untuk membujuk hati warga mendekati mereka.

Soal afilisasinya, al-Haj mengatakan pihaknya hanya ingin membela rakyat Suriah.

"Jika AS berniat menciptakan keadilan dan perdamaian di dunia, maka kami memihak mereka," kata al-Haj.

Dia melanjutkan, "Jika Alqaidah melakukannya, maka kami bersama mereka. Kami hanya berada di pihak yang adil dan damai, siapapun yang menegakkannya."

Sejak revolusi Musim Semi Arab, rakyat Suriah telah menjadi korban utama konflik yang tidak berkesudahan ini. Rakyat Suriah tidak saja menderita oleh serangan kimia dari pihak yang bertikai, mereka juga semakin sengsara dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam perang tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement