Kamis 02 Oct 2014 14:37 WIB

Facebook: Jadilah Diri Sendiri di Dunia Maya

Rep: NIken Paramita Wulandari/ Red: Bilal Ramadhan
Facebook
Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Facebook meminta maaf kepada transgender dan waria (drag queen) yang terhapus akunnya karena terkena aturan kebijakan tentang penggunaan nama asli. Jejaring sosial terpopuler itu meminta kepada penggunanya untuk menggunakan nama aslinya sesuai di kehidupan nyata di profil Facebook mereka.

Bulan lalu ratusan akun berhasil ditandai oleh satu pengguna yang melanggar pada bulan lalu. Kepala produk Chris Cox mengakui ada pengalaman mengenakan bagi mereka yang terkena dampaknya. "Saya ingin meminta maaf kepada waria, transgender, teman, tetangga dan anggota komunitas LGBT karena kami kesulitan untuk menempatkan Anda lewat akun Facebook anda beberapa pekan lalu," ujar Chris yang dilansir BBC, Kamis (2/9).

Juru bicara Transgender Law Center, Mark Snyder,  mengungkapkan kepada AFP aksi turun ke jalan akan dilancarkan pada Kamis di San Francisco. "Itu sangat jelas Facebook ingin meminta maaf dan mencari solusi sehingga kita semua bisa menjadi diri sendiri di dunia maya," ujarnya.

Snyder menambahkan, kebijakan ini bukan hanya waria yang punya alasan untuk menggunakan nama alias di dunia maya. Hakim, pekerja sosial, guru, pekerja seni dan korban kekerasan juga bisa menggunakan nama alias. Facebook sebelumnya menegaskan penggunaan nama asli diberlakukan untuk menghindari penyalahgunaan dan peniruan.

Facebook mengatakan masalah ini muncul ketika satu pengguna melaporkan ratusan akun yang meret nama waria dan transgender bulan lalu. Perusahaan mengatakan pihaknya tak menyadari waria khususnya dijadikan sasaran kerana ratusan dari mereka menggunakan nama palsu.

"Kami melihat melalui ini banyak ruang untuk perbaikan dalam mekanisme pelaporan dan penegakkan hukum, alat untuk mengetahui mana yang asli dan tidak," kata Cox.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement