Jumat 03 Oct 2014 21:12 WIB

President Youth Interfaith Serukan Warga Dunia Saling Menghormati

 Dahnil Anzar Simanjuntak
Foto: dokpri
Dahnil Anzar Simanjuntak

REPUBLIKA.CO.ID, TUNISIA -- Warga dunia harus lebih banyak saling mengenali peradaban lain di luar peradabannya sendiri.

"Warga Eropa dan Amerika misalnya, sebagai negara maju perlu mengenal lebih dekat tradisi agama dan kebudayaan negara-negara timur. Sebaliknya pun begitu," kata President Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network (RfP-APYIN), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat berpidato di acara Annual Meeting RfP-IYC, seperti dalam rilis yang diterima ROL, Jumat (3/10).

Annual Meeting RfP-IYC yang mengangkat tema "Welcoming the Others" di Tunisia, digelar pada 30 September sampai 3 Oktober.

Menurut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini, dengan saling mengenal, akan tumbuh "mutual understanding" dan mencegah terjadinya pidato-pidato kebencian terhadap agama atau kelompok lain. "Nah, orang-orang muda yang akrab dengan dunia internet saya kira memiliki kesempatan lebih baik untuk membangun dunia yang saling mengenal tersebut sehingga muncul sikap saling menghormati demi perdamaian dunia," demikian dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini.

Di sela-sela acara tersebut, Dahnil anggota RfP-YIN lainnya dan juga diundang Presiden Republik Tunisia Dr  Moncef Marzouki dalam jamuan makam malam di Istana Kepresiden di Carthage, Tunis. Keduanya juga sempat ber-selfie (self-portrait).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement