REPUBLIKA.CO.ID, IRAK -- Irak kembali memanas. Pascaserangan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS). Serangan kelompok ini, terjadi tiga kali. Akibatnya, menewaskan puluhan orang. Termasuk salah satunta kepala kepolisian di Provinsi Anbar, Brigjen Ahmed al-Dulaimi.
Seperti dilansir BBC News, kepala polisi itu tewas pada Ahad (12/13) saat sedang melakukan konvoi kendaraan di utara ibu kota Provinsi Ramadi. Padahal, sehari sebelumnya kawasan itu telah disisir oleh aparat keamanan Irak.
Di tempat terpisah, serangan juga terjadi di Qara Tapah, Provinsi Diyala atau timur laut dari Baghdad. Seorang pengebom dari ISIS, meledakan diri di pintu gerbang yang kemudian disusul dengan serangan bom mobil.
Bom mobil tersebut, telah menewaskan sedkitar 25 orang. Sebagian besar dari mereka sedang mendaftarkan diri untuk bergabung memerangi ISIS.
Akan tetapi, ISI4 menyatakan para pelaku serangan adalah petempur dari luar Irak.Serangan itu menunjukan eksistensi ISIS.
"Meskipun mereka terlibat pertempuran di Kobandi di dekat perbatasan Suriah dan Turki, namun ISI masih melancarkan serangan di berbagai wilayah Irak," ujar wartawan BBC Jim Muir, Selasa (13/12.
Menuruj Muir, milisi ISIS merebut sebagain wilayah Irak dan Suriah. Bahkan, selama beberapa bulan terakhir mereka telah berhasil memukul mundur pasukan pemerintah Irak.