REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Rusa Bertaring atau musk deer, binatang yang terancam punah kembali terlihat di kota Kabul, Afghanistan. Padahal penampakan terakhir dari rusa bertaring ini sekitar 60 tahun yang lalu, meski sebuah penelitian dari Wildlife Conservation Society menegaskan binatang ini masih hidup.
Rusa bertaring sama halnya dengan rusa Kashmir (ada tujuh spesies yang sama yang hidup di Asia dan Siberia) menggunakan taring mereka selama musim kawin. Taring digunakan untuk melawan laki-laki lain dan membuat betina terkesan.
Seperti yang dilansir dari Washington Post, taring ini tidak digunakan untuk menghisap darah. Namun sayangnya, rusa bertaring masih terus menjadi incaran para pemburu. Binatang langka ini bernilai lebih dari 20 ribu dolar AS per pon (0,5 kg) di pasar gelap. Taring dari Rusa bertaring digunakan dalam obat-obatan tradisional dan parfum selama berabad-abad.
Saat ini Rusa bertaring dalam status terancam punah akibat perburuan intens dan hilangnya habitat. Sebuah tim ilmiah terakhir kali melihat satwa ini pada tahun 1948.
Dalam edisi 22 Oktober jurnal Oryx, peneliti Wildlife Conservation Society melaporkan ada lima penampakan rusa bertaring. Mereka melihat satu laki-laki sendirian di area yang sama sekitar tiga kali, satu perempuan dengan anak, dan satu perempuan. Para peneliti melaporka, rusa yang sulit untuk ditemukan, dan tidak dapat difoto.