Kamis 13 Nov 2014 13:47 WIB

Australia Akan Ciptakan 5.000 Lapangan Kerja di Sektor Pertambangan

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA SELATAN -- Pemerintah negara bagian Australia Selatan menjanjikan akan menciptakan 5.000 lapangan kerja baru di sektor pertambangan di tahun 2017. Kebijakan itu dilakukan setelah mengumumkan ekspor mineral dan minyak dari kawasan ini mencapai rekor $ 7,5 miliar selama tahun keuangan barusan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Australia Selatan Tom Koutsantonis mengatakan rekor produksi ini, yang baik $ 1,3 miliar dari tahun sebelumnya. Kondisi ini  disebabkan karena kenaikan produksi minyak dan biji besi, dengan produksi copper tetap stabil.

"Pencapaian rekor produksi ini menambah keberhasilan yang sudah dicapai Australia Selatan sebelumnya termasuk investasi di bidang ekplorasi minyak sebesar $ 531,3 juta dan kenaikan dua kali lipat dalam penciptaan lapangan kerja di bidang pertambangan dalam 10 tahun terakhir," jelas Koutsantonis baru-baru ini.

Koutsantonis mengatakan, pemerintah berncana meningkatkan nilai produksi sumber daya energi dan mineral menjadi $ 10 miliar di tahun 2017, dimana sekitar 5.000 lapangan kerja akan diciptakan karenanya.

Target penciptaan lapangan kerja ini dimajukan setahun sebelum pemilihan negara bagian tahun 2018, sehingga pemerintah bisa mempertanggungjawabkan rencana mereka.

Koutsantonis mengatakan fokus pemerintah adalah mempekerjakan warga muda Australia Selatan sebanyak mungkin sehingga mereka tidak pindah ke negara bagian lain. "Kami menginginkan warga muda Australia Selatan tetap tinggal di sini, tidak pindah ke negara bagian lain atau ke luar negeri untuk mencari kerja. Cara terbaik adalah membuat perusahaan menanamkan modal dalam jumlah besar di Australia Selatan karena akan lebih murah untuk mempekerjakan warga lokal." tambah Koutsantonis.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement