REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Pihak berwenang Belanda mengatakan pada Ahad (16/11), mereka telah menemukan dugaan akan kehadiran kembali virus flu burung yang sangat menular di sebuah peternakan di Belanda. Mengantisipasi kekhawatiran berkembangnya virus, pihak berwenang Belanda memusnahkan 150 ribu ekor ayam.
Sampai sekarang, virus H5N8 belum pernah terdeteksi pada manusia namun di Korea Selatan wabah tersebut mengakibatkan jutaan burung harus disembelih karena dianggap mengandung wabah. Kasus flu burung juga telah dilaporkan di Cina dan Jepang. Namun laporan pertama justru berasal dari Eropa, di sebuah peternakan di Jerman pada awal November.
Belanda membelakukan larangan transportasi produk unggas, termasuk burung, telur, kotoran dan jerami dari peternakan unggas di seluruh negeri selama 72 jam. Selama ini Belanda terkenal sebagai eksportir telur terkemuka di dunia.
Komisi Eropa mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah perlindungan sementara pada Senin (17/11). Termasuk larangan penjualan produk unggas dari daerah yang terkena wabah ke Uni Eropa dan negara-negara dunia ketiga.
Peternak unggas Belanda telah menjual lebih dari enam miliar telur ke luar negeri setiap tahunnya, meski tak diketahui mana di antara 697 peternakan yang menjadi eksportir. Jerman merupakan konsumen terbesar telur-telur Belanda, sekitar 75 persen dari seluruh ekspor. Belanda juga merupakan eksportir unggas terkemuka.
Inspektur pertanian Belanda mulai memusnahkan 150 ribu ekor ayam di peternakan di desa Hekendorp.
Mereka juga melarang transportasi unggas di seluruh Belanda.
Virus H5N8 dilaporkan kali pertama di Jerman, pada 4 November lalu. Virus dideteksi berasal dari sebuah peternakan di timur laut negara bagian Mecklenburg-Vorpommern, setelah sebelumnya sempat mewabah di Asia.
Juru bicara Kementerian Ekonomi Belanda Jan van Diepen mengatakan, virus H5N8 merupakan patogen yang mengkhawatirkan pada burung atau unggas. "Bagi manusia ini tak berbahaya, Anda baru bisa tertular kalau melakukan kontak sangat dekat dengan burung-burung," tambahnya.