REPUBLIKA.CO.ID, NEBRASKA -- Ahli bedah Sierra Leone yang terkena Ebola akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di Omaha, Nebraska, AS pada Senin (17/11) waktu setempat. Dokter Martin Salia, nama ahli bedah itu, dibawa dan dirawat di AS dalam keadaan kritis pada Sabtu (15/11) mengingat ia memiliki izin tinggal di negeri Paman Sam.
"Kami sangat sedih mengumumkan pasien ketiga yang kami rawat karena virus Ebola, dokter Martin Salia, telah meninggal dunia," bunyi pernyataan Pusat Kesehatan Nebraska, dilansir BBC.
Seperti dikabarkan Nebraska Medical Center, pria berusia 44 tahun itu dinyatakan meninggal dunia pada Senin pagi. Catatan ini menambah daftar rentetan korban yang meninggal akibat Ebola tersebut. Diperkirakan lebih dari 5.000 orang meninggal karena wabah Ebola dan hampir semuanya di Afrika Barat.
Dokter Salia menjadi orang kedua yang meninggal di AS setelah warga Liberia Thomas Eric Duncan meninggal di Dallas bulan lalu. Ia terkena virus mematikan itu di Monrovia.