Ahad 23 Nov 2014 15:31 WIB

Mahasiswa Kedokteran Australia Dikirim ke Desa-Desa

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, NEW SOUTH WALES -- Para mahasiswa kedokteran di negara bagian New South Wales akan menghabiskan dua pekan ke depan bekerja di daerah perdesaan. Mereka beraktivitas sebagai bagian dari program Dokter Pedesaaan Negara bagian tersebut.

Para calon dokter ini akan mendatangi kawasan Goulburn, Parkes, Orange, Condobolin, dan Brewarrina dimana mereka akan bekerja dengan para dokter perdesaan yang sudah berada di sana. Para mahasiswa ini akan mengikuti kegiatan para dokter, dan juga  menghabiskan waktu untuk melihat fasilitas kesehatan publik seperti apotek desa, fasilitas rumah jompo dan layanan kesehatan bagi warga Aborigin.

Kepala proyek ini, Melanie Lewis mengatakan para mahasiswa akan betul-betul melihat keadaan sebenarnya bagaimana suasana layanan kesehatan di pedesaan dan ini akan menambah pengetahuan mereka. "Biasanya ketika mendapat penempatan untuk praktek kerja di rumah sakit di kota besar, yang mereka pelajari adalah hal-hal yang benar-benar khusus," paparnya belum lama ini.

"Ketika berada di klinik di pedesaan atau rumah sakit pedesaan, mereka harus menangani berbagai penyakit, karena mereka adalah satu-satunya fasilitas yang tersedia." kata Lewis.

Lewis menambahkan bahwa program ini akan memberikan pengalaman positif bagi para calon dokter ini mengenai situasi layanan kesehatan perdesaan. "Bagi para mahasiswa ini merupakan pengalaman pertama mereka tinggal di daerah pedesaan, dan jelas merupakan pengalaman pertama merasakan bagaimana hidup sebagai dokter perdesaaan."

Sarah Viccari adalah mahasiswa kedokteran Universitas Sydney dan akan mengunjungi Brewarrina (sekitar 781 km dari Sydney) di bulan Desember sebagai bagian dari program ini. "Saya ingin meningkatkan pengetahuan saya mengenai tantangan yang dihadapi oleh para dokter desa dalam menangani pasien di sana."

"Saya akan membantu Dr Hosni, yang merupakan dokter di sana, dan saya mengunjungi rumah sakit, dan jasa layanan kesehatan Aborigin."

Sebagai bagian dari program tersebut, Viccari mendapat bantuan dana $ 3 ribu (sekitar Rp 30 juta).

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement