Selasa 25 Nov 2014 14:22 WIB

Sejumlah Tentara Libya Minta Suaka di Inggris

Libya
Foto: [ist]
Libya

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sekelompok taruna tentara peserta pelatihan di Inggris, yang diberhentikan lebih awal setelah terjadi pelecehan seksual terhadap penduduk setempat, meminta suaka, kata Menteri Pertahanan Michal Fallon, Senin.

Pada awal bulan ini, Fallon mengatakan para taruna itu akan dipulangkan ke Libya setelah dua orang dituduh memukul seorang pria dan tiga orang lain, dengan dituduh melakukan pelecahan seksual terhadap beberapa wanita.

Inggris telah melatih kelompok yang terdiri lebih dari 300 kadet dalam ketrampilann infantri dasar dan kepemimpin militer di Bassingbourn, dekat Cambridge di England tenggara, sejak Juni.

"Sekitar 100 orang meninggalkan kursus pelatihan dengan persetujuan pihak berwenang Libya, sisanya semuanya kini telah pulang ke Libya,selain lima orang yang masih tetap ditahan dan sejumlah kecil meminta suaka," kata Fallon di parlemen, Senin.

Inggris memainkan peran penting dalam pemberontakan di Libya yang menggulingkan orang kuat Muamar Gaddafi tahun 2011, melancarkan serangan udara terhadap pasukannya.

Tetapi Libya sejak itu dilanda konflik senjata dengan dua pemerintah yang bersaing bagi legitimasi dan Amnesti Internasional menuduh semua pihak melakukan kejahatan perang.

Fallon mengatakan ia berpendapat bahwa pelatihan semacam itu pada masa depan harus dilaksanakan dengan lebih baik "di negara itu sendiri atau negara terdekat".

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement