Rabu 10 Dec 2014 13:00 WIB

PM Irak Imbau AS Perbanyak Serangan Udara dan Senjata

Irak
Irak

REPUBLIKA.CO.ID, BADGDAD -- Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengimbau kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel Selasa untuk memperbanyak serangan-serangan udara dari pesawat-pesawat tempur Barat dan lebih banyak mendapat senjata untuk mengusir kelompok Negara Islam.

"Pasukan kami sangat banyak kemajuan di darat. Tetapi mereka membutuhkan lebih banyak kekuatan udara dan banyak lagi ... persenjataan berat. Kami membutuhkan itu," kata Abadi kepada Hagel di awal pembicaraan mereka di ibu kota Irak.

Permintaannya menyoroti perselisihan atas strategi perang antara Baghdad dan Washington, dengan Amerika mendukung kampanye udara lebih terbatas sampai Pasukan Irak siap untuk mempertahankan wilayah dan mengatur serangan besar.

Abadi mengatakan kepada Hagel saat pertemuan mereka dimulai bahwa IS/ISIS (Negara Islam) "adalah keturunan sementara" dan bahwa kemampuan mereka telah melemah.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepada kita," kata Abadi.

Hagel membuat perjalanan mendadak ke Baghdad pada saat Amerika Serikat dan sekutu menggenjot peran mereka dalam perang melawan IS, dengan rencana untuk memperluas pelatihan pasukan Irak.

Washington telah menjalin aliansi negara-negara Barat dan Arab yang telah meluncurkan lebih dari seribu serangan udara terhadap IS sejak 8 Agustus, setelah kelompok garis keras itu merebut sejumlah bagian wilayah luas di Irak dan Suriah dan mengumumkan "kekhalifahan" Islam.

Amerika Serikat berencana untuk melipatgandakan jumlah pasukannya guna membantu Pasukan pemerintah sampai 3.100, dan pada Senin komandan perang Amerika berupaya mengatakan sekutu juga akan mengirim kan sekitar 1.500 petugas keamanan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement