REPUBLIKA.CO.ID,BAGHDAD--Para pejabat Irak pada Sabtu (13/12) mengatakan, militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menembak jatuh helikopter Irak dekat Samarra.
Peristiwa tersebut menewaskan dua pilot dan meningkatkan kekhawatiran baru tentang kemampuan para ekstremis untuk menyerang pesawat, di tengah serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Serangan terjadi di kota suci Syiah Samarra, sekitar 95 kilometer utara Baghdad. Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan mengatakan kepada The Associated Press, militan menggunakan peluncur roket bahu untuk menembak jatuh helikopter EC635 di pinggiran kota.
Seorang pejabat militer menguatkan informasi. Keduanya berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada wartawan.
Pesawat EC635, diproduksi oleh Eurocopter Group. Pesawat tersebut biasanya digunakan untuk transportasi, pengawasan dan pertempuran.
Para militan telah menembak jatuh setidaknya dua helikopter militer Irak lainnya dekat kota Beiji pada bulan Oktober. Beberapa takut para militan mungkin telah merebut rudal darat-ke-udara yang mampu menembak jatuh pesawat, ketika mereka menyerbu pangkalan militer Irak dan Suriah musim panas ini.
Maskapai penerbangan Eropa termasuk Virgin Atlantic, KLM dan Air France serta maskapai AS Delta Air Lines yang berbasis di Dubai, mengubah rencana penerbangan komersial mereka selama musim panas untuk menghindari wilayah udara Irak.
Militer Irak didikan AS hampir runtuh dalam menghadapi serangan militan. Mereka mulai menanggalkan seragam mereka dan meninggalkan senjata canggih di dekat kota Mosul.
Sementara ISIS sejauh ini telah memegang sekitar sepertiga dari Irak dan tetangga Suriah.