REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Suriah siap untuk menggelar pembicaraan dengan pihak oposisi di Moskow. Pembicaraan dalam upaya mencari jalan keluar dari konflik sipil selama empat tahun di negara tersebut.
"Suriah siap untuk berpartisipasi dalam pertemuan pendahuluan dan konsultasi di Moskow, untuk menanggapi aspirasi warga Suriah yang mencoba menemukan solusi atas krisis," kata pejabat Kementerian Luar Negeri pada Sabtu (27/12), seperti dikutip kantor berita SANA.
Pejabat yang tak menyebut nama tersebut menyatakan, Suriah selalu siap berdialog dengan orang-orang yang percaya dengan kesatuan, kedaulatan dan kebebasan memilih.
Sementara oposisi Suriah yang didukung Barat menegaskan, setiap penyelesaian yang dinegosiasikan meliputi pembentukan badan transisi dengan kekuasaan eksekutif penuh. Namun permintaan ditolak oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad.
Kepala Koalisi Nasional Suriah yang berbasis di Turki Hadi al-Hahra mengatakan, mereka belum membuat keputusan terkait pembicaraan. "Kita tak bisa memberikan tanggapan terhadap sesuatu yang masih menggantung. Tak ada undangan dan apa mereka mengundang kami? Apa ada kerangka negosiasi? Siapa yang akan datang? Apa tujuannya?" kata Hahra.