Selasa 20 Jan 2015 20:55 WIB

Turki Pertanyakan Minimnya Respons terhadap Pelecehan Masjid Al-Aqsa

Rep: c84/ Red: Agung Sasongko
Suasana Masjid Al Aqsa
Foto: VOA
Suasana Masjid Al Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Perdana Menteri Turki, Ahmed Davutoglu mempertanyakan tentang minimnya respon atas agresi Israel di Masjid Al-Aqsa.  "Provokasi ini yang membuat frustrasi dunia Muslim dan menjadi salah satu alasan mengapa tren ini radikal muncul,"ucapnya seperti dikutip Reuters, Selasa (20/1).

Menurutnya, jika ingin membangun perdamaian dan ketertiban di Timur Tengah dan menghilangkan kelompok ekstremis, semua pihak harus memecahkan masalah yang terjadi di Palestina. Davutoglu juga membandingkan serangan terhadap Charlie Hebdo yang menewaskan 17 orang dengan apa yang dilakukan Netanyahu. Ia menegaskan apa yang dilakukan oleh keduanya adalah tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan.

Hubungan Israel-Turki seperti diketahui terus menurun drastis dalam lima tahun terakhir. Kebrutalan AssadTurki yang terus dikritik atas kegagalannya menghentikan ribuan pejuang asing menyeberang ke Suriah, menurut Davutoglu, negaranya sudah melakukan segala sesuatu untuk membendung aliran tersebut. Namun, dia juga meminta pasukan koalisi untuk membuat strategi yang lebih baik lagi dalam menangkal ISIS. 

Kata dia, Turki akan mempertimbangkan peran yang lebih besar pasukan koalisi pimpinan AS, termasuk mengawasi zona larangan terbang internasional untuk melindungi Kota Aleppo dari pasukan Assad. Sumber masalahnya adalah kebrutalan rezim Assad.

Tanpa memecahkan hal tersebut, krisis ini tidak akan menemukan solusi sama sekali," tegasnya.Pada tahun lalu, pihak berwenang Turki telah melarang sekitar delapan ribu orang asing yang memasuki negara itu karena alasan keamanan dan terus meningkatkan koordinasi dengan badan-badan intelijen Eropa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement