Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Kongres AS: Pidato Netanyahu Bisa Rusak Kesepakatan Iran

Kamis 29 Jan 2015 22:22 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting in Jerusalem October 26, 2014.

Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting in Jerusalem October 26, 2014.

Foto: Reuters/Abir Sultan/Pool

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu rencananya akan menyampaikan pidato di hadapan Kongres Amerika Serikat pada Maret mendatang. Namun perwakilan senior dari Partai Demokrat mengatakan, hal itu bisa merusak upaya pemerintahan Obama menengahi kesepakatan dengan Iran terkait pengembangan senjata nuklir.

"Presentasi tersebut bisa mengirim pesan yang salah dalam hal memberikan kesempatan diplomasi," kata Nancy Pelosi dalam konferensi pers di sela-sela retret tahunan parlemen Demokrat.

Kantor berita Reuters melaporkan Pelosi mengatakan, bahwa undangan untuk Netanyahu harus ditarik oleh Ketua Kongres AS John Boehner. Awal bulan ini Boehner mengundang Netanyahu untuk berbicara dalam sesi bersama Kongres dan Senat.

Pidato dijadwalkan akan dilangsungkan pada tanggal 3 Maret, hanya dua pekan sebelum pemimpin Israel mengikuti pemilihan ulang pada 17 Maret. Seorang juru bicara Pelosi mengatakan dia berbicara melalui telepon pada hari Rabu (28/1) dengan Netanyahu, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Mengundang Netanyahu tanpa berbicara dengan Kongres dan Gedung Putih merupakan tindakan tidak tepat," kata Pelosi.

Pemerintahan Obama telah terlibat dalam pembicaraan berlarut-larut dengan Teheran selama ini terkait program nuklir Iran. Kali ini diharapkan pembicaraan pada akhir Maret dapat mencapai kesepakatan. Anggota Kongres juga telah mengancam sanksi tambahan terhadap Iran, jika kesepakatan tidak tercapai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA