Senin 02 Feb 2015 12:37 WIB

Yordania Siap Lakukan Pertukaran Tawanan dengan ISIS

Rep: C84/ Red: Winda Destiana Putri
Keluarga pilot Yordania yang ditawan ISIS.
Foto: Reuters
Keluarga pilot Yordania yang ditawan ISIS.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Yordania terus berusaha keras untuk membebaskan Muath al-Kasaesbeh yang disandera ISIS. ISIS sebelumnya telah mengeksekusi dua sandera asal Jepang.

Yordania dengan tegas menyatakan siap mengabulkan permintaan ISIS untuk melakukan pertukaran tawanan. ISIS dikabarkan akan membunuh Muath jika Yordania tidak melepaskan Sajida al-Rishawi, yang menjadi terpidana hukuman mati setelah dituding berperan dalam bom Yordania pada 2005 lalu.

Dalam sebuah wawancara telepon kepada CBS, Ahad (1/2) Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh mengatakan pemerintahnya belum menerima bukti apapun bahwa Muath masih hidup.

"Kami telah mengatakan secara terbuka bahwa jika kita mendapatkan bukti Muath masih hidup dan dibebaskan, kita bersedia untuk melepaskan wanita ini," katanya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima bukti tersebut," sambungnya.

Judeh mengatakan Raja Abdullah pun telah berupaya keras membebaskan Muath sejak ditangkap pada Desember tahun lalu. "Kami telah mengatakan sebelumnya, dan kami terus mengatakan, bahwa ini adalah perjuangan kita dan akan melakukan ini bersama untuk jangka panjang," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement