Kamis 05 Feb 2015 22:30 WIB

Rupert Murdoch Terancam Kehilangan Kendali News Corp

Red:
Rupert Murdoch
Foto: Reuters
Rupert Murdoch

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Raja media asal Australia Rupert Murdoch kini terancam kehilangan kendali atas konglomerasi media News Corp. Ini terjadi menyusul penjualan saham yang dilakukan salah seorang pendukung utamanya di perusahaan itu.

Jutawan Arab Saudi Pangeran Alwaleed Bin Talal melepas 6,6 persen saham di News Corp, dan hanya menyisakan 1 persen kepemilikannya. "Pengurangan saham atas nama Kingdom Holding Company di News Corp diputuskan dalam konteks review portofolio secara umum," kata Pangeran Alwaleed dalam pernyataan yang dimuat dalam website KHC baru-baru ini.

"Kami tetap mempercayai kemampuan manajemen News Corp yang dipimpin CEO Robert Thomson, dan sepenuhnya mendukung Rupert Murdoch dan keluarganya," tambahnya.

Namun pelepasan saham ini membuka peluang terjadi kembali pembangkangan pemilik saham terhadap struktur perusahaan.

Bulan Nopember tahun lalu, Murdoch dan pendukungnya secara tipis berhasil menolak mosi untuk mengocok ulang struktur News Corporation dalam pertemuan tahunan di Los Angeles.

Investor aktivis Stephen Mayne merupakan salah seorang pemegang saham News Corp yang hadir dalam pertemuan itu dan mendukung mosi.

Kini terserah kepada pemegang saham individu dan Yayasan Nathan Cummings, untuk mengubah struktur News Corp menjadi lebih demokratis," kata Mayne kepada ABC, Kamis (5/2/2015).

"Saat ini, Rupert Murdoch mengendalikan 40 persen suara meskipun hanya memiliki 13 persen saham," tambahnya.

Dalam struktur News Corp. memang dikenal dua jenis saham, yaitu saham kelas A dan B. Hanya pemegang saham kelas B yang diizinkan memberikan suara, dan hal ini menyebabkan pemegang saham kelas A frustrasi.

Murdoch dan keluarganya diperkirakan menguasai sekitar 40 persen saham kelas B tersebut.

Namun, situasi ini hampir saja berubah di Los Angeles tahun lalu.

Penjualan saham milik Pangeran Alwaleed Bin Talal ini cukup kontroversial karena ia selama ini dikenal sebagai pendukung setia Murdoch.

Kingdom Holding menjelaskan, sang pangeran masih tetap mendukung keluarga Murdoch dan tetap memegang 1,7 miliar dolar nilai saham di perusahaan Murdoch lainnya yaitu 21st Century Fox.

21st Century Fox menguasai aset-aset film dan televisi yang lebih menguntungkan sementara News Corp mengendalikan bisnis suratkabar di berbagai negara.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement