REPUBLIKA.CO.ID, DEBALTSEVE-- Separatis proRusia mengklaim telah mengepung kota strategis Delatseve, di timur Ukraina. Namun, pasukan Ukraina membantahnya dan bersikeras menyatakan pertempuran masih berlangsung.
Al Jazeera, Selasa (10/2) melaporkan, Republik Rakyat Donetsk menyatakan pejuangnya telah memblokade jalan utama ke kota-kota yang dikuasai pemerintah. Rute yang diblokade selama ini juga kerap digunakan sebagai koridor kemanusiaan dalam beberapa pekan terakhir.
Juru bicara separatis Eduard Basurin mengatakan pasukannya telah mendesak tentara Ukraina untuk menyerah. Mereka juga menyatakan Delatseve telah dikuasai.
"Kami menjamin keamanan bagi semua orang yang meletakkan senjata mereka. Jika musuh mencoba menyerang kembali, mereka akan dipukul mundur," kata Basurin.
Ia menambahkan sekitar 5.000-6.000 prajurit Ukraina terjebak di Debaltseve. Militer Ukraina mengatakan tak ada laporan mengenai konfirmasi klaim pemberontak. Juru bicara militer Ukraina Andriy Lysenko mengatakan pada Interfax, Senin malam (9/2), pertempuran di Debaltseve masih berlangsung.