Rabu 18 Feb 2015 19:16 WIB

Lawan ISIS, AS-Turki Latih Oposisi Suriah

Rep: Gita Amanda/ Red: Karta Raharja Ucu
Pengungsi Suriah menuju perbatasan Turki di dekat Kota Kobani.
Foto: NBCNews
Pengungsi Suriah menuju perbatasan Turki di dekat Kota Kobani.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan tentatif, untuk melatih dan mempersenjatai oposisi Suriah. Teks perjanjian akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang dan pelatihan gratis akan dimulai pada Maret.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Tanju Bilgic mengatakan, negosiasi telah menyimpulkan dan teks perjanjian akan diteken. Kesepakatan itu diharapkan akan dipraktekan pada Maret. Ia menuturkan, rincian kesepakatan akan diumumkan beberapa hari ke depan.

Pernyataan serupa diungkapkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki. "Saya bisa mengkonfirmasi kami telah mencapai kesepakatan secara prinsip dengan Turki, terkait pelatihan dan mempersenjatai kelompok oposisi Suriah," kata Psaki seperti dilansir Aljazirah, Rabu (18/2).

Militer AS berencana mengirimkan lebih dari 400 tentara termasuk pasukan operasi khusus untuk melatih oposisi. Ini menurut mereka merupakan bagian dari perang melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut laporan televisi NTV Turki, fase pertama pelatihan meliputi 2000 orang oleh tim gabungan Turki-AS di Turki. Tujuan dari kesepakatan adalah melatih 15 ribu orang dalam tiga tahun, yang akan melibatkan Turki, Qatar, dan Arab Saudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement