REPUBLIKA.CO.ID,KUWAIT CITY--Kuwait dan Palestina sepakat menandatangani sejumlah perjanjian untuk meningkatkan kerja sama.
Perjanjian ini dilakukan dalam pertemuan yang dihadiri Emir sekaligus Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah dengan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, di Istana Bayan, Kuwait, Rabu (18/2), seperti dilansir KUNA.
Syekh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah juga menyampaikan dukungan Kuwait bagi rakyat Palestina untuk hidup damai dan merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.
Ia juga mengutuk Israel yang terus dilakukan kepada warga Palestina yang tidak bersalah. Di hadapan Hamdallah, Syekh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya untuk mendesak Israel menghentikan tindakan kekerasannya terhadap rakyat Palestina.
Hamdallah juga bertemu dengan Ketua Dewan Perniagaan dan Perindustrian Kuwait (KCCI), Ali Thunayan Al-Ghanim, untuk membahas upaya pertukaran perdagangan yang bertujuan untuk mengembangkan hubungan ekonomi kedua negara.
Kepada Hamdallah, Ghanem meminta Palestina untuk menampilkan produk mereka yang memiliki pasar yang menjanjikan di Kuwait dan menyerukan untuk mengembangkan industri Palestina serta meminta delegasi perdagangan Palestina untuk mengunjungi Kuwait untuk mengadakan pembicaraan dengan pengusaha Kuwait.
Hamdallah memuji KCCI dan mengungkapkan pemerintah Palestina sedang berusaha untuk membuka pusat perdagangan di Kuwait untuk mempromosikan produk dan peluang investasi yang tersedia saat ini.