REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Peran Iran dalam operasi militer Irak untuk merebut kembali Tikrit bisa positif asalkan tidak memicu perpecahan sektarian di negara itu, kata seorang pejabat tinggi militer Amerika Serikat, Selasa.
Jenderal Martin Dempsey, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepada para senator bahwa bantuan militer Iran untuk milisi Syiah bukan hal baru tapi dilakukan dengan cara yang lebih terbuka minggu ini saat pasukan Irak mendorong untuk merebut kembali Tikrit dari kelompok Negara Islam.
"Ini adalah perilaku yang paling nyata dari bentuk dukungan Iran," kata Dempsey. Ia mengatakan bantuan itu datang "dalam bentuk artileri" dan bantuan lainnya.
"Terus terang, ini hanya akan menjadi masalah jika hal itu mengakibatkan sektarianisme," katanya kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat.
Komandan Amerika Serikat jarang membicarakan kegiatan Iran di Irak di depan umum dan menekankan bahwa Washington tidak berkoordinasi dengan militer Teheran dengan cara apapun - meskipun dua musuh itu sama-sama melihat kelompok IS sebagai musuh bersama.
Para pejabat Amerika Serikat telah menekan pemerintahan Syiah yang memimpin di Baghdad untuk menjangkau masyarakat Sunni terasing negara itu dan khawatir bahwa milisi Syiah bisa menyerang masyarakat Sunni saat mereka mencoba memukul mundur kelompok IS.
Dalam operasi yang diluncurkan Senin, para pejabat di Baghdad mengatakan pasukan yang terdiri dari 30 ribu prajurit telah dikerahkan untuk merebut kembali Tikrit.
Dempsey mengatakan milisi Syiah - yang dipersenjatai oleh Teheran - merupakan dua pertiga dari pasukan sementara sisanya adalah prajurit militer pemerintah Irak.
Jika tentara Irak dan pejuang Syiah "melakukan dengan cara yang kredibel" dan mengalahkan para milisi IS di Tikrit, "maka itu akan menjadi hal yang positif dalam hal kampanye kontra-ISIL," kata Dempsey, menggunakan singkatan alternatif untuk ekstrimis IS.
Pada sidang yang sama, Menteri Pertahanan Ashton Carter mengakui Irak tidak meminta bantuan militer dari Washington untuk operasi Tikrit, serangan terbesar sejauh ini oleh Baghdad terhadap IS.
Carter mengatakan ia memiliki keprihatinan yang sama dengan Dempsey tentang perpecahan sektarian yang mungkin meletus dan bahwa Washington memantau pelaksanaan operasi itu.
"Saya berharap sektarianisme tidak muncul," kata Carter.
Kepala Komando Sentral Amerika Serikat, Jenderal Lloyd Austin, mengatakan militer Amerika Serikat tidak terkejut dengan serangan militer Irak pada Tikrit atau peran Iran karena pesawat pengintai Amerika Serikat telah mengetahuinya.
Austin, yang mengawasi perang udara yang dipimpin Amerika Serikat terhadap IS di Irak dan Suriah, mengatakan "kami memiliki citra satelit yang baik."
"Jadi, aktivitas di Tikrit tidak mengejutkan," kata jenderal itu.
"Saya melihat banyak hal sebelum ini. Itu adalah perkembangan logis dari apa yang mereka telah lakukan di timur negara itu."